OJK Buka-bukaan Usai Temui Prabowo: Outflow Terjadi karena Tekanan Global
OJK Buka-bukaan Usai Temui Prabowo: Outflow Terjadi karena Tekanan Global #bisnisupdate #update #bisnis #text

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kondisi terkini pasar modal Indonesia usai bertemu Presiden RI Prabowo Subianto, pada Selasa (5/5) di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuannya, OJK menjelaskan adanya arus dana keluar (outflow) dari pasar saham yang dipicu oleh tekanan global.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan fenomena ini tidak lepas dari kondisi ekonomi global, terutama kebijakan suku bunga tinggi di AS serta ketidakpastian geopolitik.
“Dapat kami sampaikan terjadi outflow, ya, karena memang saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global, makanya pada outflow,” jelas Friderica kepada awak media, dikutip Rabu (6/5).
Secara sederhana, saat suku bunga di AS tetap tinggi dalam waktu lama (higher for longer), investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang seperti Indonesia dan memindahkannya ke aset yang dianggap lebih aman.
Meski demikian, Friderica menilai kondisi ini bukan disebabkan oleh lemahnya fundamental ekonomi domestik.
“Namun selama kita yakini fundamental kita baik, ya, kita harapkan ini akan bisa berbalik,” ujarnya.
Dia juga memaparkan sejumlah langkah perbaikan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan investor global, khususnya terkait transparansi pasar modal setelah adanya sorotan dari MSCI sejak awal tahun.
“Terkait dengan transparansi dari pasar modal Indonesia, di mana data dari 1% pemegang saham sudah kita buka,” ucap Friderica.
Selain itu, OJK telah meningkatkan detail data pasar, termasuk klasifikasi investor dan kepemilikan saham menjadi 39 subtipe. Mengenai pembenahan Ultimate Beneficial Ownership (UBO), hingga free float 15 persen.
Katanya, perbaikan tersebut mulai berdampak pada pergerakan pasar yang dinilai lebih mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.
“Kalau kita lihat nanti mungkin sebelumnya saya sampaikan, saat ini kalau teman-teman memperhatikan Indeks Harga Saham Gabungan, pergerakannya sudah in line dengan indeks-indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan sebagainya,” kata dia.
Ke depan, OJK memperkirakan masih akan ada penyesuaian jangka pendek, terutama terkait evaluasi indeks global oleh MSCI.
“Mungkin kita, ya, expect akan terjadi penyesuaian, namun kita sampaikan ini adalah temporary dari perbaikan yang kita lakukan,” imbuh Friderica.