News Berita

Naegohyang vs Suwon: Kala Atlet Korea Utara Harus Main di Korsel

Naegohyang (Korut) akan bertanding melawan wakil Korea Selatan, Suwon FC, di semifinal Liga Champions Wanita Asia pada 20 Mei mendatang. #bolanita #bola #bolasports #text

Naegohyang vs Suwon: Kala Atlet Korea Utara Harus Main di Korsel
Naegohyang Women's FC, klub sepak bola wanita Korea Utara yang berlaga di Liga Champions Wanita Asia 2025. Foto: AFC
Naegohyang Women's FC, klub sepak bola wanita Korea Utara yang berlaga di Liga Champions Wanita Asia 2025. Foto: AFC

Ada momen langka yang akan terjadi di sepak bola wanita Asia bulan ini. Klub asal Korea Utara, Naegohyang Women’s FC, dijadwalkan bertandang ke Korea Selatan dalam ajang Liga Champions Wanita Asia (AWCL) pada 20 Mei mendatang.

Mereka akan menghadapi wakil Korea Selatan, Suwon FC Women, pada babak semifinal yang berlangsung di Suwon Sports Complex. Tim tamu diperkirakan tiba lebih dulu pada 17 Mei dengan membawa 27 pemain dan 12 ofisial, begitu menurut Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kepada AFP, Senin (4/5).

Jika lolos ke final, Naegohyang/Suwon FC akan menghadapi pemenang di laga Melbourne City (Australia) vs Tokyo Verdy Beleza (Jepang) pada 23 Mei. Sementara itu, tim yang kalah di partai empat besar akan langsung pulang karena tak ada perebutan tempat ketiga.

Naegohyang Women's FC, klub sepak bola wanita Korea Utara yang berlaga di Liga Champions Wanita Asia 2025. Foto: AFC
Naegohyang Women's FC, klub sepak bola wanita Korea Utara yang berlaga di Liga Champions Wanita Asia 2025. Foto: AFC

Ini adalah kali pertama atlet Korea Utara tampil di Korea Selatan setelah terakhir pada 2018. Saat itu, delegasi Korea Utara dari cabang olahraga (cabor) menembak, tenis meja, dan sepak bola kelompok usia bertanding di Negeri Gingseng. Di tahun yang sama, Korut dan Korsel sempat tampil bersama di bawah bendera unifikasi Korea pada Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

Sementara untuk sepak bola wanitanya sendiri, Timnas Wanita Korea Utara pernah dikirim ke Korea Selatan untuk perhelatan Asian Games 2014 yang berlangsung di Incheon.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berada dalam status perang sejak konflik 1950-1953. Perang tiga tahun itu hanya berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Oleh sebab itu, interaksi lintas negara, termasuk di bidang olahraga, tergolong sangat jarang.

Buka sumber asli