MUI Sebut Perlu Konsolidasi Global Pecah Kebuntuan Kemanusiaan di Palestina
MUI Sebut Perlu Konsolidasi Global Pecah Kebuntuan Kemanusiaan di Palestina #newsupdate #update #news #text

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti soal perlunya menggalang upaya kemanusiaan secara global untuk membantu warga Palestina. Hal ini disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, usai memberi penghargaan kepada 9 WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).
Sudarnoto melihat sudah ada peluang, tinggal diperlukan diplomasi agar bantuan kemanusiaan bisa terkoordinasi lebih masif dan terkonsolidasi secara global.
“Peluangnya sangat besar karena kita lihat spirit global yang dilakukan oleh masyarakat sipil untuk mendobrak ya kebuntuan politik, kemudian mendobrak kebuntuan hukum, dan juga mendobrak kebuntuan kemanusiaan,” tutur Sudarnoto, di Kantor MUI, Selasa (26/5).
“Itu sudah mulai muncul di mana-mana. Bahkan di Amerika Serikat dan juga di Israel sendiri,” sambungnya.
Sudarnoto merasa konsolidasi global ini dapat terealisasi. Ia pun mencontohkannya dengan terbentuknya kesepakatan dalam The Asia Pacific Coalition for Palestine (APCAP) pada tahun lalu.
Kesepakatan tersebut menekankan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan mendorong kemerdekaan Palestina. Dalam kesepakatan ini, Indonesia berperan menjadi headquarters.

“Ini sudah terbentuk, nanti akan dilaunching dalam waktu segera. Ini merupakan kerja sama yang sangat baik antara MUI dengan filantropi di Indonesia dan beberapa pihak. Ini bisa memperkuat solidaritas atau konsolidasi global,” ungkap Sudarnoto.
Selain itu, Sudarnoto juga menegaskan agar masyarakat dengan pemerintah dapat bekerja sama. Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat.
“Sekarang momentumnya tepat untuk memperdekat engagement masyarakat sipil dengan pemerintah. Jangan sampai juga pemerintah dengan masyarakat sipil itu bertubrukan atau berbeda, apalagi bertubrukan,” tegasnya.
Sudarnoto juga menyebutkan keberhasilan 9 WNI yang pulang usai ditahan militer Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza dalam Global Sumud Flotilla (GSF). Katanya, hal itu hasil dari upaya bersama antara masyarakat dan negara.
“Dengan bebasnya 9 relawan ini, membuktikan bahwa upaya-upaya serius secara bersama-sama bisa kita hasilkan. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena perjuangan bersama pemerintah dan masyarakat,” tandasnya.