Meutya Hafid Sebut Kontribusi Indonesia Bentuk Sepertiga Ekonomi Digital ASEAN
Meutya Hafid Sampaikan Kontribusi Indonesia pada Ekonomi Digital ASEAN #newsupdate #update #news #text

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebutkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia telah menghasilkan 99 miliar dolar Amerika atau lebih dari Rp 1,7 triliun. Hal itu dilansir Meutya dari laporan e-Conomy SEA tahun 2025.
“Menurut e-Conomy SEA 2025, ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar 99 miliar dolar Amerika untuk tahun 2025,” kata Meutya dalam paparannya saat mendeklarasikan forum kerja sama Digital Ecosystem Alignment (DEAL) di Tribata Hotel, Jakarta Selatan (23/6).
Kata Meutya, angka tersebut merupakan sepertiga dari perolehan ekonomi digital dari skala Asia Tenggara. Bagi Meutya, ini adalah pengaruh besar Indonesia dalam geliat ekonomi digital ASEAN.
“Ini artinya sepertiga dari total ASEAN. Ini artinya bahwa Indonesia membantu membentuk ASEAN,” ujar Meutya.
Lebih lanjut, Meutya menilai bahwa ASEAN penting untuk skala global. Dalam logika ini, Meutya menyimpulkan bahwa Indonesia berarti berperan nyata untuk ekonomi digital dunia.
“Kalau dunia mengatakan bahwa ASEAN ini juga akan membentuk dunia, maka peran Indonesia dalam membentuk ekonomi digital dunia rill dan nyata,” ucap Meutya.
Meski demikian, Meutya menggarisbawahi persentase tersebut belum cukup menjadi kekuatan bagi Indonesia. Sebab, kata Meutya, masih ada 19 persen populasi di Indonesia belum terhubung dengan internet.
“Angka itu sendiri tidak berarti menjadi sebuah kekuatan atau belum menjadi sebuah kekuatan. Angka yang terefleksi dalam pertumbuhan ekonomi, produktivitas, itu yang harus kita capai,” tutur Meutya.
“Kita masih ada PR, 19% penduduk belum terhubung internet, kurang lebih 3.000 desa,” sambungnya.
Adapun dalam meningkatkan ekonomi digital di Indonesia, Komdigi pun membentuk forum kerja sama DEAL yang melibatkan banyak pihak dan bersatu di dalam forum DEAL. Bahkan di antaranya adalah para petani dan nelayan.
“Jadi konsep utama dari giat ini yang disatukan tidak hanya pemerintah pusat, industri, akademisi, dan tentu yang mendapat dampak para petani, nelayan, dan sebagainya, tapi juga ada pemerintah daerah, ada seluruh asosiasi yang hadir, seluruh ekosistem industri yang terkait dengan transformasi digital di tanah air,” jelas Meutya.