Menkes Ungkap Kendala Pemulihan Puskesmas di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Menkes Ungkap Kendala Pemulihan Puskesmas di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera #newsupdate #update #news #text

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan pemulihan puskesmas di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kelengkapan dokumen yang menjadi syarat persetujuan anggaran dari pemerintah pusat.
Budi mengatakan, pemerintah telah mengajukan anggaran pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana ke pemerintah pusat. Namun, persetujuan anggaran saat ini baru diberikan untuk rumah sakit, sementara pengajuan untuk puskesmas masih dalam proses.
Hal itu diungkapkan Budi usai menghadiri acara serah terima dukungan alat kesehatan kepada puskesmas terdampak bencana dari Perwakilan Donatur Pemuda Sumatera Utara di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
"Saya sumbangan ini akan disalurkan ke Puskesmas-Puskesmas. Karena memang dari kerusakan yang ada kita sudah mengajukan anggaran ke pusat," kata Budi.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah telah memperoleh persetujuan anggaran lebih dari Rp 100 miliar untuk pemulihan rumah sakit yang terdampak bencana.
"Yang disetujui tahap pertama adalah yang rumah sakit. Jadi ada 100 miliar lebihlah yang disetujui dari kesehatan sehingga yang Puskesmas agak ketinggalan nih. Jadi saya bilang minta ke Pak Bara sama Pak Pahala kalau bisa dibantu dulu yang Puskesmas sambil kita ajukan kembali ya," ujarnya.
Menurut Budi, lambatnya proses persetujuan anggaran pemulihan puskesmas disebabkan rincian kebutuhan yang diajukan daerah belum sepenuhnya lengkap sehingga memunculkan banyak pertanyaan saat proses verifikasi di Kementerian Keuangan.
"Dan saya titip Bapak Ibu Dinkes Puskesmas ini agak lambat karena rinciannya kurang lengkap, kurang lengkap rinciannya sehingga begitu masuk di Kementerian Keuangan banyak pertanyaan yang belum bisa kita jawab dengan cepat," katanya.
Karena itu, ia meminta dinas kesehatan daerah segera melengkapi rincian kebutuhan pemulihan agar proses pengajuan anggaran dapat dipercepat.
"Jadi tolong nanti Pak Jaya koordinasi dengan para kepala dinas agar rinciannya cepat dimasukkan ya, sehingga Puskesmas ini kesempatanlah kita perbarui dengan baik," ujar Budi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Satgas Rehabilitasi Bencana Hidrometeorologi Sumatera, Sumarjaya, mengatakan bantuan alat kesehatan yang disalurkan melalui Kementerian Kesehatan difokuskan untuk menjaga operasional puskesmas sambil menunggu anggaran pemulihan dari APBN cair.
"Nah, yang kedua terkait dengan ada beberapa Puskesmas perawatan atau Puskesmas biasa, kan kalau di depannya kan dia butuh apa namanya tempat tidur untuk pemeriksaan. Nah itu juga habis semua. Jadi kita bagi itu beberapa yang memang rusak dan memang kita segera perbaiki sambil menunggu anggaran dari APBN masuk," kata Sumarjaya.

Sementara itu, bantuan alat kesehatan senilai Rp 1,5 miliar disalurkan melalui Kementerian Kesehatan pada acara tersebut berasal dari donasi hasil kegiatan Care for Sumut Running yang digelar oleh kelompok donatur Pemuda Sumatera Utara.
Perwakilan donatur, Bara Hasibuan, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk membantu percepatan pemulihan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana.
"Dan Rp 1,5 miliar kami sepakat untuk menyalurkannya melalui program yang sudah diadakan di Kementerian Kesehatan ini. Jadi kami datang pagi ini, kami menyerahkan bantuan ya dan kami sangat memberikan apresiasi kepada Pak Menteri Kesehatan atas kerja samanya dan memang selama ini Kementerian Kesehatan memang sudah sangat aktif ya menyalurkan bantuan untuk daerah-daerah bencana," kata Bara.