Menikmati Tarif Transjakarta Rp 1 di HUT ke-499 Jakarta
Menikmati Tarif Transjakarta Rp 1 di HUT ke-499 Jakarta #newsupdate #update #news #text

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6) sore. Mereka antusias untuk hadir dalam puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta yang dimeriahkan dengan panggung hiburan hingga fasilitas promo tarif transportasi publik Rp 1.
Pantauan kumparan di lokasi pada sore menjelang malam, jalanan di sekitar pusat perayaan Bundaran HI sudah ditutup dari akses kendaraan. Lautan warga dari berbagai penjuru ibu kota dan sekitarnya telah menempati area panggung utama hingga lokasi bazar UMKM.
Promo tarif angkutan umum seharga Rp 1 terbukti ampuh menarik minat warga untuk datang ke lokasi tanpa kendaraan pribadi. Salah satunya adalah Yayan (52), warga Cempaka Baru, Jakarta Pusat yang memanfaatkan promo harga Transjakarta.

Ia mengaku promo ini sangat membantu mobilitas warga, meskipun kondisi bus sangat penuh penumpang.
"Bermanfaat banget, keliling Jakarta Rp 1," kata Yayan saat ditemui.
Warga lainnya, Nius (22), sengaja naik Transjakarta dari Blok M untuk menikmati acara panggung hiburan sekaligus melepas penat di akhir pekan.

Pria yang tinggal di Kebayoran Baru itu mengaku sangat terbantu dengan adanya promo fasilitas transportasi tersebut.
"Ya sangat senang dan secara khusus ya bisa membantu masyarakat yang pengin ikut, yang pengin melihat situasi yang ada di Bundaran HI," ungkap Nius.
Sementara, Noni (52), pengunjung yang datang menaiki Transjakarta dari kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, juga merespons positif kebijakan tarif ini. Menurutnya, langkah Pemprov DKI sangat efektif untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.

"Kalau saya pribadi senang ya karena ini bisa istilahnya menarik minat masyarakat lainnya untuk bisa memanfaatkan transportasi TJ dan juga yang lainnya yang Rp 1 itu," tutur Noni.
Menyambut usia Jakarta yang ke-499 tahun, warga juga menyimpan asa untuk tata kota yang lebih baik ke depannya. Mulai dari toleransi warga hingga perbaikan fasilitas publik yang ramah keluarga tanpa polusi.
"Semoga Jakarta ini menjadi kota yang mempunyai kerukunan terutama antara umat beragama, budaya, suku, dan lain-lain," harap Nius.
"Harapannya sih ke depan ada fasilitas umum mungkin taman-taman semakin diperbanyak sehingga mungkin keluarga-keluarga gitu juga bisa bermain di taman gitu tanpa adanya polusi ya," ucap Noni.