News Berita

Mengenal Hantavirus yang Diduga Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

Hantavirus dikenal sebagai kelompok virus menular yang menyebar terutama melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. #kumparanSAINS

Mengenal Hantavirus yang Diduga Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar
Ilustrasi kapal pesiar. Foto: eskystudio/Shutterstock
Ilustrasi kapal pesiar. Foto: eskystudio/Shutterstock

Heboh kasus hantavirus diduga sedang mewabah di sebuah kapal pesiar mewah yang sedang berlabuh di Tanjung Verde, Afrika, menewaskan tiga orang dan tiga orang lainnya jatuh sakit. Lalu, apa itu hantavirus?

Virus ini bukan penyakit baru. Para ilmuwan pertama kali mengidentifikasinya pada 1970-an di wilayah Sungai Hantan, Korea Selatan. Hingga kini, hantavirus dikenal sebagai kelompok virus yang menyebar terutama melalui tikus dan hewan pengerat lain.

Untuk kasus kapal pesiar di Tanjung Verde, otoritas setempat masih menyelidiki sumber penularan, tapi indikasi awal mengarah pada virus yang ditularkan dari hewan pengerat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, dan terdapat lima kasus tambahan yang masih dugaan.

"Dari enam individu yang terdampak, tiga orang telah meninggal dunia dan satu orang saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan,” kata WHO dalam pernyataan tertulis, Minggu (3/5).

Bagaimana Hantavirus Menular?

Reuters melaporkan penularan hantavirus terjadi ketika partikel virus dari urine, air liur, atau kotoran tikus mengering lalu terhirup manusia. Aktivitas sederhana seperti menyapu area yang pernah menjadi sarang tikus dapat memicu penyebaran virus ke udara.

Menurut WHO, penularan antar manusia sangat jarang terjadi. Mayoritas kasus berasal dari paparan lingkungan yang terkontaminasi.

Hantavirus dapat menyebabkan dua jenis penyakit utama. Pertama, sindrom paru atau hantavirus pulmonary syndrome yang menyerang sistem pernapasan. Kedua, penyakit yang menyerang ginjal.

Dari keduanya, infeksi paru menjadi yang paling berbahaya dengan tingkat kematian mencapai sekitar 40 persen.

Kasus infeksi ini relatif jarang. Data pemerintah Kanada mencatat sekitar 200 kasus sindrom paru akibat hantavirus terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Meski jumlahnya kecil, tingkat fatalitas yang tinggi membuat penyakit ini menjadi perhatian serius.

Gejala Hantavirus

Gejala awal sering menyerupai flu. Penderita biasanya mengalami demam, kelelahan, dan nyeri otot dalam satu hingga delapan minggu setelah terpapar. Beberapa hari kemudian, kondisi dapat memburuk dengan munculnya batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

Diagnosis pada tahap awal sulit dilakukan karena gejalanya tidak spesifik. Dalam 72 jam pertama, infeksi kerap disalahartikan sebagai flu biasa.

Belum ada obat khusus untuk mengatasi hantavirus. Penanganan medis berfokus pada perawatan suportif, seperti pemberian cairan dan bantuan pernapasan menggunakan ventilator jika diperlukan.

Upaya pencegahan menjadi kunci. Para ahli menyarankan untuk menghindari paparan tikus di lingkungan tempat tinggal atau kerja. Membersihkan area yang terkontaminasi harus dilakukan dengan hati-hati, tanpa menyapu atau menggunakan vacuum pada kotoran kering yang dapat menyebarkan partikel virus ke udara.

Buka sumber asli