News Berita

Menaker Klaim 30 Persen Alumni Magang Nasional Diterima Bekerja

Sekitar 30 persen peserta Program Magang Nasional telah memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan program tersebut.#bisnisupdate #update #bisnis #text

Menaker Klaim 30 Persen Alumni Magang Nasional Diterima Bekerja
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kantor Kemenko Bidang Perekonian, Kamis (23/4/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kantor Kemenko Bidang Perekonian, Kamis (23/4/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sekitar 30 persen peserta Program Magang Nasional telah memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan program tersebut.

Menurut dia, capaian itu menunjukkan program magang mulai mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan pencari kerja.

“Tahun lalu sekitar 30 persen (diterima bekerja),” kata Yassierli saat ditemui di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (26/6).

Yassierli menyebut sektor keuangan menjadi penyerap terbesar lulusan Program Magang Nasional yang memperoleh penawaran kerja.

Selanjutnya disusul sektor perdagangan besar, industri pengolahan, kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi.

Program Magang Nasional 2025 (MagangHub) berhasil menjaring 102,6 ribu peserta dari total 370,5 ribu pendaftar. Para peserta ditempatkan di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di berbagai daerah.

Selama mengikuti program, peserta memperoleh uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional. Sementara itu, 67,13 persen responden menilai program tersebut membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi peserta maupun keluarganya.

Dari sisi perusahaan, survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara menunjukkan 84,13 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi peserta magang.

Menurut Yassierli, program tersebut juga mampu meningkatkan kompetensi peserta. Berdasarkan penilaian terhadap 22.297 mentor, sekitar 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program magang.

Pekerja melintasi pedestrian saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
Pekerja melintasi pedestrian saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Berdasarkan penilaian 22.297 mentor, sebanyak 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program. Penilaian juga menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dinilai mengalami peningkatan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, hingga adaptabilitas di lingkungan kerja.

"Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta, serta dari 3,33 menjadi 3,66 berdasarkan penilaian mentor," ujarnya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta magang yang memperoleh penawaran kerja, diikuti sektor perdagangan besar dan industri pengolahan. Sektor kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga aktif merekrut lulusan program magang.

"Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi. Ini sudah dari 85 persen data peserta magang," ucap Yassierli.

Pemerintah akan melanjutkan Program Magang Nasional pada semester II 2026 sebagai bagian dari stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,26 triliun, terdiri atas Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi.

Buka sumber asli