Megawati Bakal Diberi Anugerah Penghargaan Tertinggi di Timor Leste
Megawati Bakal Diberi Anugerah Penghargaan Tertinggi di Timor Leste #newsupdate #update #news #text

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menerima penghargaan tertinggi dari pemerintah Timor Leste, Grand Collar Order of Timor Leste, pada Juli 2026 mendatang.
Penghargaan tersebut akan diberikan atas jasa Megawati dalam mendorong rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste. Menjelang kunjungan itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bersama sejumlah delegasi partai tiba di Dili, Timor Leste, pada Rabu (3/6).
“Ibu Megawati menerima penghargaan ini atas jasanya membuka peta jalan menuju rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste, tatkala pada 20 Mei 2002, sebagai Presiden Republik Indonesia, beliau mengunjungi Timor Leste untuk menghadiri peringatan hari kemerdekaan Timor Leste,” kata Hasto sesaat setelah tiba di Dili.
Kunjungan Hasto merupakan bagian dari persiapan lawatan Megawati ke Dili. Hasto didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.
Setibanya di Dili, rombongan langsung menuju Istana Presiden Timor Leste untuk bertemu tim Kantor Presiden dan membahas sejumlah agenda terkait kunjungan Megawati. Dalam pertemuan itu, Hasto diterima oleh Vicky Tchong dan jajaran Kantor Kepresidenan yang menangani protokol kunjungan Megawati. Delegasi PDIP juga didampingi Acting Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Dili, Banga Malewa.
Menurut Hasto, selain menerima penghargaan dan bertemu Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, Megawati juga dijadwalkan menjalani sejumlah agenda penting lainnya.
“Dalam pertemuan disampaikan selain menghadiri penganugerahan Grand Collar Order of Timor Leste dan bertemu dengan Presiden Ramos Horta, Ibu Megawati juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, bertemu dengan tokoh masyarakat Indonesia di Dili, dan mengunjungi situs bersejarah kedua negara,” ujar Hasto.

Hasto menjelaskan, undangan kepada Megawati sebelumnya disampaikan langsung oleh Ramos Horta saat berkunjung ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, pada 23 Maret 2026. Pertemuan itu merupakan kelanjutan komunikasi keduanya setelah sama-sama menjadi pembicara dalam forum internasional Zayed Award for Human Fraternity di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Februari lalu.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Ramos Horta mengundang Ibu Megawati untuk berkunjung ke Timor Leste untuk menerima penghargaan,” ujar Hasto.
Dalam kunjungan kali ini, Hasto juga diterima langsung oleh Presiden Ramos Horta di Istana Presiden Nicolau Lobato, Dili. Meski baru tiba dari perjalanan luar negeri, Ramos Horta tetap meluangkan waktu untuk berdialog dengan delegasi PDIP.
“Kami berbincang hangat dengan Presiden Ramos Horta. Beliau menitipkan salam hangat kepada Ibu Megawati dan menantikan kedatangan Ibu Megawati di Dili. Presiden menginstruksikan timnya yang juga ikut dalam pertemuan untuk membantu agar lawatan Ibu Megawati berjalan dengan lancar dan sukses,” urai Hasto.
“Kami juga membahas bagaimana menguatkan hubungan kedua negara yang bertetangga,” lanjut Hasto.
Selain membahas hubungan bilateral, pertemuan tersebut juga menyinggung kerja sama antarpartai politik dan penguatan demokrasi. Hasto mengatakan Ramos Horta menyoroti adanya kemiripan antara konsep Marhaen yang dikenal dalam sejarah perjuangan Indonesia dengan istilah Maubere di Timor Leste.
“Presiden Ramos Horta menyampaikan bahwa ada kesamaan antara Marhaen dan Maubere. Maubere adalah istilah dalam bahasa Tetum yang merujuk pada rakyat jelata, kaum petani, atau penduduk asli Timor-Leste,” sebut Hasto.
Dalam kesempatan itu, Ramos Horta juga menekankan pentingnya pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menjelaskan Timor Leste memiliki Human Capital Development Fund yang dibentuk pada 2011 untuk mendukung pelatihan dan pemberian beasiswa bagi masyarakat.
Di luar agenda kunjungan Megawati, delegasi PDIP dan pihak Timor Leste juga membahas peluang peningkatan kerja sama yang lebih luas, baik melalui hubungan kepartaian maupun hubungan masyarakat kedua negara.
“Kami cukup bangga bahwa beberapa BUMN kita seperti Pertamina, BRI, Mandiri, Waskita Karya, Hutama Karya, Pegadaian dll, sangat aktif dalam kegiatan perekonomian di Timor Leste,” sebut Hasto.
Usai pertemuan dengan Ramos Horta, Hasto menyerahkan cenderamata berupa kain batik kepada Presiden Timor Leste tersebut.