Mazda Indonesia Konfirmasi Sedan Listrik 6e, Rilis Tahun Ini
Setelah Thailand, mobil listrik Mazda 6e bakal ke Indonesia? #kumparanOTO

Chief Operating Officer (COO) PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio memberi sinyal kemunculan calon mobil listrik terbaru Mazda ke Tanah Air. Modelnya merupakan Mazda 6e, produk kolaborasi bersama pabrikan Changan.
"Iya, betul. Kita akan membawa yang kita punya EV (Electric Vehicle) yang dirakit Changan, itu betul. Memang kita akan segera masukkan yang itu," katanya ditemui di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Disinggung kepastian jadwal peluncurannya, Ricky masih enggan membeberkannya lebih lanjut. Namun pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Mazda Indonesia ini mengamini adanya produk baru di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS).
"Tahun ini (peluncuran mobil baru Mazda)," tutup Ricky singkat.
Mazda 6e sudah mendarat di Thailand, pakai platform mobil listrik Changan

Sebelumnya, nama Mazda 6e sudah muncul dalam daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mengindikasikan peluang kehadiran sedan listrik tersebut di Tanah Air.
Mobil listrik Mazda 6e atau EZ-6 sudah terdaftar di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 dengan besaran Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mulai Rp 413 juta.
Sebagai catatan, angka NJKB bukan menjadi acuan harga jual yang akan ditebus konsumen. Sebab, belum termasuk besaran sejumlah elemen pajak.
Selain itu, versi dari setir kanan (right handed drive) Mazda 6e juga sudah mendarat di Thailand. Model ini menggunakan rancang bangun mobil listrik lansiran Changan Automobile dan telah dijual sejak Oktober 2024, dikutip Car News China.

Kendati dirancang bersama pabrikan Tiongkok, Mazda 6e tetap mengusung karakter Kodo Design sebagai ciri khas Mazda. Walau dengan pendekatan yang lebih futuristik.
Spesifikasi teknis Mazda 6e cukup kompetitif. Ia punya baterai 78 kWh dengan daya tempuh 560 kilometer dalam satu kali cas. Kemampuan DC fast charging Mazda 6e mampu mengisi daya dari 30-80 persen hanya dalam 15 menit.
Tenaga yang dihasilkan dari motor penggerak di sumbu roda belakang mencapai 254 dk dan torsi 290 Nm. Format tersebut cukup berbeda dibandingkan mayoritas Mazda modern yang mengadopsi penggerak roda depan.