Martin Hartono Terpilih Jadi Anggota MWA Universitas Gadjah Mada
Martin Hartono Terpilih Jadi Anggota MWA Universitas Gadjah Mada #newsupdate #update #news #text

Universitas Gadjah Mada mengukuhkan 16 anggota Majelis Wali Amanat (MWA) periode 2026-2031. Anggota MWA ini ditetapkan dalam Rapat Pleno Khusus Senat Akademik yang digelar pada Jumat (24/4).
Penetapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan tata kelola universitas yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik.
Ketua Ad Hoc pemilihan anggota MWA, Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng., menyampaikan seluruh proses pemilihan anggota MWA UGM telah dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, yakni Peraturan MWA UGM No. 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Majelis Wali Amanat UGM No. 2 tahun 2021 terkait Persyaratan dan Tata Cara Pemilihan Anggota MWA UGM. Selain itu, anggota MWA terpilih juga telah disetujui oleh seluruh anggota pleno.
“Sebanyak 82 anggota Senat Akademik UGM telah memberikan suara dari total 88 anggota, dan seluruh tahapan sudah dilaksanakan sesuai aturan yang ditetapkan,” kata Deendarlianto dalam keterangannya, Jumat (24/4).

Ia menambahkan proses pemilihan ini melibatkan kerja kolektif banyak pihak yang terlibat sejak tahap awal hingga penetapan akhir.
“Proses ini bukan sesuatu yang sederhana, tapi justru di situ terlihat komitmen bersama untuk menjaga kualitas dan integritas pemilihan,” ungkapnya.
Penggunaan sistem berbasis aplikasi dalam proses pemungutan suara juga menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas. Sistem tersebut, menurut Deendarlianto, telah melalui proses verifikasi oleh tim ahli guna memastikan keandalan dan keamanan selama pelaksanaan.
“Kami berupaya memastikan setiap tahapan berjalan transparan, termasuk dalam proses pemungutan suara yang dilakukan secara sistematis dan terverifikasi,” jelasnya.
Deendarlianto menyebutkan ke-16 anggota MWA UGM baru ini berasal dari berbagai unsur, yakni tokoh masyarakat, alumni, dosen non guru besar, dosen guru besar, mahasiswa, serta tenaga kependidikan. Komposisi ini diharapkan mampu memperkuat peran MWA dalam mengawal arah kebijakan UGM ke depan.

Untuk 16 anggota MWA terpilih meliputi dari unsur alumni yaitu Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., (Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong) dan Mochamad Soleh, S.T., M.T. (PLN Puslitbang).
Sedangkan dari unsur tokoh masyarakat, yakni Martin Basuki Hartono, B.A., M.B.A., (CEO GDP Venture), Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S. Psi., M.Sc., Psikolog, (Ketua Tanfidziyah PBNU), Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh, DEA. (Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh November).
Lalu, Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., (Direktur Manajemen Risiko PT PLN Persero), dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M. Kes. (PP Muhammadiyah) dan Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Deputi di Kementerian PAN-RB).
Kemudian, anggota dari unsur dosen non guru besar adalah Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A., Ph.D., apt. Dr. Hilda Ismail, M.Si., dan Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
Selanjutnya, dari unsur dosen guru besar yaitu Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.IP., M.Si., dan Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A. Selanjutnya anggota MWA dari unsur mahasiswa adalah Andi Batara Gemilang, dan Fitria Yuniarti, S.H., M.Kn., dari unsur tenaga kependidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, baik dari unsur pendukung teknis maupun administratif, yang telah memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar,” pungkasnya.