News Berita

Marcella Zalianty Ungkap Kesalahan Umum Sineas saat Daftar Festival

Marcella Zalianty mengungkap kesalahan yang kerap dilakukan sineas ketika mencoba menembus festival film. #kumparanHITS #newsupdate

Marcella Zalianty Ungkap Kesalahan Umum Sineas saat Daftar Festival
Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Aktris sekaligus juri Bali International Film Festival (Balinale) 2026, Marcella Zalianty, mengungkap salah satu kesalahan yang kerap dilakukan sineas ketika mencoba menembus festival film.

Menurut Marcella, banyak pembuat film yang mengirimkan karya mereka ke sebanyak mungkin festival tanpa memahami karakter masing-masing ajang. Padahal, setiap festival memiliki identitas, audiens, dan visi yang berbeda.

“Salah satu kesalahan yang mungkin paling umum dilakukan oleh para pembuat film adalah mengirimkan film mereka ke sebanyak mungkin festival tanpa memahami karakter festival tersebut,” ujar Marcella dalam diskusi Bali Film Forum Balinale 2026 di Sanur, Bali.

Ia menilai tujuan mengikuti festival bukan sekadar memperbanyak jumlah partisipasi, melainkan menemukan festival yang paling sesuai dengan karakter film yang dibuat.

“Tujuannya sebenarnya bukan untuk mengirimkan ke mana-mana, tapi untuk menemukan ‘rumah’ yang tepat untuk film anda,” tuturnya.

Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Menurut Marcella, strategi festival yang baik dibangun berdasarkan relevansi, bukan kuantitas. Sebab, setiap festival memiliki filosofi pemrograman, identitas, dan target audiens yang berbeda-beda.

“Strategi festival yang sukses dibangun di atas relevansi daripada kuantitas,” katanya.

Marcella juga menilai festival film memiliki peran penting sebagai ruang bertemunya sineas dari berbagai negara. Melalui festival, para pembuat film tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga membangun jaringan dan membuka peluang kolaborasi baru.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kualitas film yang baik saja belum tentu cukup untuk membawa sebuah karya menembus panggung internasional.

“Film bukan hanya soal kualitas, tapi bagaimana anda memasarkannya, bagaimana anda mempromosikannya, dan bagaimana anda mengomunikasikan film tersebut,” ujar Marcella.

Menurutnya, strategi promosi dan publikasi yang tepat menjadi faktor penting apabila sineas ingin membawa filmnya bersaing di festival-festival bergengsi dunia hingga menuju Academy Awards atau Oscar.

Bali Film Forum yang diadakan Balinale 2026 di The Meru Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Bali Film Forum yang diadakan Balinale 2026 di The Meru Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Senada dengan Marcella, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Irini Dewi Wanti, mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem perfilman nasional, termasuk bagi sineas daerah dan generasi muda.

Ia menilai para sineas lokal memiliki peran penting dalam mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya mereka.

“Teman-teman sineas lokal ini mengangkat berbagai kultur kebudayaan lokal di tiap-tiap daerah. Ini sebuah kekayaan luar biasa dari keberagaman budaya Indonesia,” kata Irini.

Menurut Irini, dukungan pemerintah terhadap perfilman dilakukan melalui sejumlah skema, seperti Dana Indonesiana hingga fasilitas Travel Grant untuk sineas yang mengikuti kegiatan internasional.

Ia juga mendorong para pembuat film untuk terus mengangkat kearifan lokal dalam karya mereka. Menurutnya, budaya lokal dapat menjadi identitas yang membedakan film Indonesia di mata dunia.

“Kalau kita bicara tentang local wisdom yang diangkat dalam film, ini bisa menjadi pengingat bahwa modernisasi itu penting, tetapi ada hal-hal yang harus tetap dijaga secara kultur,” ujarnya.

Balinale 2026 berlangsung pada 1 hingga 7 Juni di Sanur, Bali. Festival yang telah berstatus Oscar-qualifying tersebut menjadi salah satu ajang internasional yang membuka peluang bagi sineas Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka ke panggung dunia.

Buka sumber asli