Lindungi Anak dari Kusta, Kenali Cara Penularan dan Gejala Awalnya
Mengenali gejala awal dan cara penularan kusta menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari penyakit ini. #momsupdate #update #mom #text

Kusta masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak. Selain berisiko menyebabkan kerusakan saraf permanen, penyakit ini juga dapat memicu disabilitas hingga mengganggu kualitas hidup jika tidak segera ditangani.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 9 Juli 2026, jumlah temuan kasus kusta pada anak usia di bawah 15 tahun mencapai 1.230 kasus pada 2022, 1.179 kasus pada 2023, 1.420 kasus pada 2024, 487 kasus pada 2025, dan 452 kasus pada 2026.
Cara Penularan dan Bahaya Kusta pada Anak

Kusta dapat menular melalui percikan lendir (droplet) dari hidung atau mulut penderita, serta melalui kontak kulit dengan penderita dalam jangka waktu yang lama. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan yang lebih luas.
Penyakit ini tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak ditangani, kusta dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, disabilitas seperti kebutaan dan gangguan mental, hingga menghambat tumbuh kembang anak.
Langkah Kemenkes Memutus Rantai Penularan
Dikutip dari Antara, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memberantas kusta. Langkah pertama adalah melakukan deteksi dini melalui penemuan kasus secara aktif dan mengintegrasikannya dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah.

Selain itu, Kemenkes juga mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan kusta di lingkungan sekolah, memberikan vaksin BCG secara gratis kepada bayi di fasilitas kesehatan, menyediakan pengobatan kemoprofilaksis bagi kontak erat pasien untuk mencegah penularan pada anak, serta memperkuat sistem surveilans berbasis teknologi informasi untuk pencatatan dan pelaporan kasus.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa penemuan kasus secara aktif menjadi kunci utama dalam pengendalian kusta.
"Strateginya cuma satu, temukan (kasus) sebanyak-banyaknya. Begitu ditemukan langsung diberikan pengobatan,” ujarnya.
Kenali Gejala Sejak Dini

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala awal kusta, seperti munculnya mati rasa pada bagian tubuh tertentu dan benjolan di wajah. Masyarakat juga diharapkan menghilangkan stigma terhadap penyandang kusta agar mereka tidak ragu menjalani pengobatan.
Apabila anak memiliki risiko tertular atau mengalami gejala yang mengarah pada kusta, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan agar dapat diperiksa dan mendapatkan penanganan sedini mungkin ya, Moms.