News Berita

KPK Ungkap Mahalnya Penjarakan Koruptor: Makan hingga Bajunya Diurus Negara

KPK Ungkap Mahalnya Penjarakan Koruptor: Makan hingga Bajunya Diurus Negara #newsupdate #update #news #text

KPK Ungkap Mahalnya Penjarakan Koruptor: Makan hingga Bajunya Diurus Negara
Ilustrasi tahanan KPK. Foto: Humas KPK
Ilustrasi tahanan KPK. Foto: Humas KPK

KPK menilai pentingnya untuk mengedepankan pencegahan korupsi dibanding penindakan. Salah satu pertimbangannya adalah biaya mahal yang harus dikeluarkan bila melakukan penindakan.

"Daripada proses penindakan yang di depan, lebih bagus kita melakukan proses pencegahan. Penindakan pasti akan lebih mahal ya dari awal sampai akhir gitu sudah di dalam pun masih diurusi negara, makannya, bajunya, seragamnya dan lain-lain," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto.

Hal tersebut disampaikan oleh Setyo dalam sambutan acara peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5). Adapun buku ini ditujukan bagi para pelajar mulai dari PAUD hingga SMA/SMK dan sederajat.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto saat jumpa pers usai  agenda peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Ketua KPK, Setyo Budiyanto saat jumpa pers usai agenda peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Setyo menyebut bahwa buku ini merupakan bukti keseriusan Pemerintah dalam pendidikan antikorupsi. Panduan akan membuat pendidikan antikorupsi di seluruh sekolah di Indonesia akan seragam.

Menurut Setyo, ada lima kompetensi kunci yang menjadi dasar dalam panduan buku tersebut, yakni taat aturan, paham konsep kepemilikan, menjaga amanah, menolak dilema etis, dan membangun budaya antikorupsi.

"Oleh karena itu saya menyampaikan sebuah quote ya, 'Tanamkan bahwa masa depan tanpa korupsi, harapan untuk hari ini, esok, dan masa depan tanpa korupsi tidak dimulai dari ruang pemeriksaan, tidak dimulai dari ruang penyidikan, apalagi ruang persidangan. Tapi mari kita sama-sama sepakati bahwa ya masa depan tanpa korupsi kita mulai dari ruang kelas'," kata Setyo.

Buka sumber asli