News Berita

Korban Daycare Little Aresha Berat Badan Turun, Orang Tua Khawatir Stunting

Korban Daycare Little Aresha Berat Badan Turun, Orang Tua Khawatir Stunting #focus #daycareyogya #news #text

Korban Daycare Little Aresha Berat Badan Turun, Orang Tua Khawatir Stunting
Orang tua korban Daycare Little Aresha bertemu Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (26/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Orang tua korban Daycare Little Aresha bertemu Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (26/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Antok salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha Yogya bercerita berat badan anaknya tak berkembang. Ada kekhawatiran anaknya stunting.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.

"Anak kami memang berkaitan dengan berat badan, memang stuck begitu saja. Ini tidak ada peningkatan yang signifikan," kata Antok saat pertemuan dengan para orang tua korban daycare di rumah dinas Wali Kota Yogyakarta, Minggu (26/4).

"(Soal stunting) Ya itu kekhawatiran kami sebagai orang tua ketika anak tidak sesuai standar (perkembangannya) ada kekhawatiran ke arah sana (stunting)," ujarnya.

Anak Antok tiga tahun di daycare tersebut sejak usai 2 bulan. Dia mengakui selama tiga tahun itu kerap muncul luka di tubuh anaknya.

"Dari proses kami selama lebih kurang 3 tahun, memang ada beberapa berkaitan dengan luka-luka itu ada memang dengan teman-teman yang tadi juga disampaikan, juga ada beberapa kejadian-kejadian yang tentunya kami selaku orang tua tidak mengharapkan itu, seperti itu," katanya.

Suasana Daycare Little Aresha di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (26/4/2026). Foto: Panji/kumparan
Suasana Daycare Little Aresha di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (26/4/2026). Foto: Panji/kumparan

Selalu ada alasan dari daycare soal luka-luka itu. "Alasannya bervariatif, saya tidak bisa menjawab satu per satu," katanya.

Dia berharap hukum bisa ditegakkan dengan seadil-adilnya. Terlebih anak-anak yang jadi korban harus mendapatkan pendampingan secara psikis agar menjadi anak yang seutuhnya normal.

"Tentunya, kami apresiasi dari seluruh pihak kepolisian yang sudah berproses dalam hal ini, untuk mencoba menyelesaikan kasus ini secepatnya dan bisa memberikan keputusan yang terbaik tentunya untuk semua wali siswa," katanya.

Sebelumnya, salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha, Noorman Windarto, mengatakan kondisi Daycare Little Aresha seperti Kamp Guantanamo -penjara AS di Kuba yang terkenal dengan penyiksaan dan pelanggaran HAM-.

"Luar biasa ternyata, enggak manusiawi, kalau Kamp Guantanamo katanya lebih sadis dari kamp ini (Guantanamo)," kata Norman ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, Minggu (26/4).

Little Aresha adalah tempat penitipan anak yang digerebek polisi karena terdapat kekerasan dan penelantaran anak.

Norman mengatakan mengatakan anaknya mengalami pneumonia serta luka-luka di bibir dan punggung.

"Luka-luka di punggung, di bibir, kemudian ada di selangkangan, ada di tubuh," katanya.

Salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha Yogya, Noorman Windarto. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha Yogya, Noorman Windarto. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Luka itu kemudian dikonfirmasi ke pihak daycare. Mereka selalu menyatakan sakit sudah dari rumah. Padahal tak ada kejadian apapun di rumah.

"Kalau yang punggung sama bibir itu, saya sangat konsen, saya kadang-kadang mandiin, wong punggung itu enggak ada (luka) sama sekali. Kalau luka goresan dan lain-lain, pas di daycare itu langsung kaya difoto sama ya, kata sekolah, "Ini, adik sudah luka dari rumah, lho." Itu mulai janggal," katanya.

"Yang kedua juga sama, bibir, bibir sampai ngelopek-ngelopek itu masih ada kayak bekas merah-merah. Saya juga enggak mungkin ini dirumah nggak apa-apa," katanya.

Anak Norman juga divonis sakit pneumonia dari usia 3 bulan.

"Kita nggak nyangka kondisi di sana (daycare yang jadi penyebabnya)," katanya.

Ada dua anak yang telah dititipkan Noorman di daycare tersebut. Yang pertama tahun 2022-2025. Sementara satu anak lagi 2024 sampai penggerebekan kemarin.

Buka sumber asli