News Berita

Konsumsi Baja Rusia Anjlok 15 Persen pada Kuartal I 2026

Konsumsi baja Rusia anjlok 15 persen pada awal 2026 akibat perlambatan ekonomi. CEO Severstal sebut situasi menantang seiring turunnya pendapatan perusahaan.#bisnisupdate #update #bisnis #text

Konsumsi Baja Rusia Anjlok 15 Persen pada Kuartal I 2026
Ilustrasi baja dari Rusia. Foto: Yakov Oskanov/Shutterstock
Ilustrasi baja dari Rusia. Foto: Yakov Oskanov/Shutterstock

Konsumsi baja di Rusia mengalami penurunan yang semakin cepat pada kuartal pertama tahun 2026 seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Mengutip Bloomberg, alah satu produsen baja terbesar di Rusia, Severstal PJSC, melaporkan bahwa permintaan domestik terus tergerus dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

CEO Severstal, Alexander Shevelev, mengungkapkan kondisi sulit yang dihadapi industri dalam pernyataan resminya pada Selasa 21 April 2026. Ia menyoroti penurunan konsumsi yang kini sudah melampaui angka penurunan sepanjang tahun 2025.

"Situasi di sektor ini tetap menantang. Permintaan baja di Rusia terus menurun, dengan konsumsi turun 15 persen secara tahunan dalam tiga bulan pertama tahun 2026," ujar Alexander Shevelev.

Kondisi industri baja ini mencerminkan pendinginan ekonomi Rusia secara luas yang mulai melambat sejak tahun lalu. Bank sentral Rusia tetap mempertahankan suku bunga tinggi guna menekan inflasi, namun kebijakan moneter ketat ini justru memberikan beban berat bagi dunia usaha dan menekan harga baja domestik.

Akibat lemahnya permintaan, harga produk utama seperti baja canai panas turun 7 persen secara tahunan. Hal ini berdampak langsung pada rapor keuangan perusahaan yang mencatatkan penurunan pendapatan serta laba yang signifikan.

"Pendapatan Severstal turun 19 persen secara tahunan menjadi 145,3 miliar rubel atau sekitar 1,9 miliar dolar AS karena rendahnya permintaan dan harga jual rata rata yang melemah," lapor pihak perusahaan dalam laporan keuangannya.

Lebih lanjut, perusahaan mencatat bahwa laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA anjlok hingga 54 persen menjadi 17,9 miliar rubel.

Margin EBITDA perusahaan bahkan menyentuh level 12 persen, yang tercatat sebagai salah satu angka terendah dalam sejarah Severstal.

Meskipun telah melakukan pemangkasan belanja modal serta biaya tenaga kerja, Severstal mengklaim posisinya masih lebih baik karena operasional produksi tetap berjalan pada kapasitas penuh.

Situasi ini berbeda dengan pesaing utamanya, Magnitogorsk Iron and Steel Works PJSC, yang telah mulai menghentikan operasional aset yang tidak produktif dan memangkas sejumlah posisi manajemen demi efisiensi.

Buka sumber asli