News Berita

Kisah Yogi, Mahasiswa S2 USD Sidang Proposal Berkostum Satria Baja Hitam

Kisah Yogi, Mahasiswa S2 USD Sidang Proposal Berkostum Satria Baja Hitam #newsupdate #update #news #text

Kisah Yogi, Mahasiswa S2 USD Sidang Proposal Berkostum Satria Baja Hitam
Aksi Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta saat mengenakan kostum Satria Baja Hitam di sidang proposal. Foto: Yogi Fajar Darmawan
Aksi Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta saat mengenakan kostum Satria Baja Hitam di sidang proposal. Foto: Yogi Fajar Darmawan

Sosok Kamen Rider Black atau Satria Baja Hitam berjalan di tengah Lapangan Realino kampus Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Dengan gagah dan percaya diri Satria Baja Hitam ini berjalan membelah lapangan.

Tujuan Satria Baja Hitam bukan untuk memburu kejahatan tetapi untuk menempuh pendidikan. Ia masuk ke ruang kampus dan mempresentasikan rencana tesisnya.

Sosok Satria Baja Hitam itu adalah Yogi Fajar Darmawan (23). Ia tak menyangka aksinya mengenakan kostum Satria Baja Hitam saat sidang proposal tesis di kampusnya viral di media sosial.

Yogi adalah mahasiswa S2 jurusan Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Pria asal Bandar Lampung ini pun membagikan kisah di balik kostum Kamen Rider Black yang ia kenakan saat sidang proposal pada Senin (20/7) lalu.

Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang mengenakan kostum Satria Baja Hitam saat sidang proposal. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang mengenakan kostum Satria Baja Hitam saat sidang proposal. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ditemui di kampusnya, Jumat (24/7) Yogi bercerita awal mula kuliah di Sanata Dharma.

"Dulu saya S1-nya itu di Lampung, di Bandar Lampung, di Universitas Teknokrat Indonesia. Nah, dulu S1-nya saya ngambil S1 Sastra Inggris, dan dulu kenapa kok ngambil S2 Kajian Budaya? Ya karena dulu tuh pas di S1 pernah ada di semester 4, itu saya belajar Kajian Budaya dan di situ saya tertarik," kata Yogi.

Dalam perjumpaan di Kantin Realino USD ini, Yogi menuturkan setelah lulus S1 dia langsung berkeinginan melanjutkan S2. Atas saran dosennya di Lampung, Yogi memutuskan lanjut studi di USD.

"Akhirnya April 2025 aku memutuskan daftar di Sanata Dharma. Dan akhirnya Mei lulus, dinyatakan lulus, dan akhir Agustus 2025 masuk pertama kali kuliah di sini," katanya.

Berawal Tantangan dari Dosen

Masuk kuliah S2, Yogi memutuskan mengambil judul tesis "Menjadi Cosplayer dalam Stigma Masyarakat, Studi Fenomenologis Para Cosplayer di Bandar Lampung".

"Pas aku bikin proposal itu, kan aku kan pertama kali tuh pertamanya bacain latar belakangnya sama Pak Nardi (dosen). Akhirnya Pak Nardi tuh suka kan dengan apa yang mau aku kaji ini, dan akhirnya dia ngomong, "Wah ini bagus ini, menarik kalau diteliti lebih dalam. Karena dulu alumnimu memang ada mengkaji ini, tapi kalau untuk kayak cosplay kayak kamu ini masih belum ada, masih kontemporer ini, ya udah kamu terusin aja." Terus akhirnya Pak Nardi ngomong lah, "Nanti kalau kamu bisa ini ya, kamu nanti pas masuk kuliah cosplay ya?" Akhirnya ngide lah wah ini kalau cosplay bagus ini," kisahnya.

Setelah selesai perkuliahan, Yogi menyampaikan hal ini ke rekan-rekan kuliahnya. Dari situ, teman-temannya menyarankan agar Yogi cosplay Satria Baja Hitam saat sidang proposal.

"Dan akhirnya udah fix, ya udah beneran aku nanti cosplay nanti. Dan akhirnya karena aku orangnya suka dengan Tokusatsu, dengan superhero Jepang terutama Kamen Rider, nah awal mulanya itu aku mau turunin kostum kan, kostum Kamen Rider Amazon Alpha, itu kostumku sendiri dari Lampung. Kan aku memang latar belakangnya dari cosplayer juga, pelaku cosplayer," katanya.

Aksi Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta saat mengenakan kostum Satria Baja Hitam di sidang proposal. Foto: Yogi Fajar Darmawan
Aksi Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta saat mengenakan kostum Satria Baja Hitam di sidang proposal. Foto: Yogi Fajar Darmawan

Namun, kostum tersebut masih di Bandar Lampung dan waktu tidak memungkinkan apabila harus dikirim ke Yogyakarta.

Akhirnya, Yogi memutuskan untuk menyewa kostum ke komunitas di Yogyakarta. Komunitas pencinta anime di Yogyakarta kemudian membantu Yogi menemukan kostum yang cocok di sebuah toko penyewaan di Godean.

"Dan akhirnya saya memutuskan ngambil lah, ngambil kostum Kamen Rider Black.

Aksi Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta saat mengenakan kostum Satria Baja Hitam di sidang proposal. Foto: Yogi Fajar Darmawan
Aksi Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta saat mengenakan kostum Satria Baja Hitam di sidang proposal. Foto: Yogi Fajar Darmawan

Nah, sebenarnya alasan memilih kostum Kamen Rider Black ini ada filosofinya juga bagi aku. Karena pertama, Kamen Rider Black ini aku pilih karena pertama Kamen Rider Black itu adalah salah satu Tokusatsu pertama yang ditayangin di Indonesia," katanya.

Sosok Kamen Rider Black itu memorabilia. Apalagi teman-teman kuliah Yogi berusia jauh lebih tua dari Yogi. Harapannya, penampilannya ini bisa jadi nostalgia bagi teman-teman kuliahnya.

Disambut Antusias

Pada Senin (20/7) pagi Yogi ke Godean untuk mengambil kostum. Ia langsung menuju kampus untuk sidang. Sebelum sidang kostum tersebut dia pakai sembari menunggu teman yang sedang ujian tesis.

"Di situ aku pakai kostum, dibantuin sama teman-teman juga. Dosen keluar, kaget, "Lho, jadi toh pakai kostumnya? Weh, keren iki, wes foto-foto sek ayo foto-foto." Wah, langsung kan geger, minta foto semua, Bu Devi sama Bu Dewi (dosen)," katanya.

Kehebohan berlanjut ketika Yogi memasuki ruang sidang proposal.

"Akhirnya habis itu udah mulai sidang. Di sana Romo Banar (dosen) masuk, kaget juga, "Lho, lho kok nggawa kostum iki? Apa iki?" katanya. "Iya Pak, pakai kostum Kamen Rider, cosplay Romo". Akhirnya situ lah (heboh)," katanya.

Selesai sidang, kostum sebenarnya hendak Yogi lepas. Tetapi teman-temannya melarang. Mereka mengajak foto-foto bersama di ringin yang jadi ikon kampusnya.

"Akhire keliling lah dari gedung baru itu ke lapangan sini. Jalan tuh di lapangan sini, itu direkam sama teman-teman kan ya. Direkam, terus foto lah di ringin sini. Terus habis itu foto di ringin, akhirnya lepas kostum," katanya.

Aksi Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta saat mengenakan kostum Satria Baja Hitam di sidang proposal. Foto: Yogi Fajar Darmawan
Aksi Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta saat mengenakan kostum Satria Baja Hitam di sidang proposal. Foto: Yogi Fajar Darmawan

Ingin jadi Dosen

Selepas wawancara ini, Yogi akan naik bus selama 17 jam menuju Bandar Lampung. Dia akan memulai penelitiannya. Targetnya tesis ini bisa selesai maksimal satu tahun.

"Jadi berangkat itu dari pengalaman pribadi sebenarnya. Jadi aku kan pelaku cosplayer dari tahun 2022 sampai sekarang pun masih. Nah dulu itu aku turun di dunia cosplayer itu tahun 2022 pertama kali itu dulu di kampus. Nah di situ aku mendapatkan apa ya, beberapa stigma lah. Kayak stigma negatif dari para entah itu penonton, entah itu dari bahkan ya beberapa orang juga kan ya, teman-teman ya juga," katanya.

Dari pengalaman yang ia alami itu, Yogi akan meneliti lebih dalam lagi.

"Jadi berangkat dari sana aku tulis lah buat tesis. Di situ aku bercerita kan, cerita dari aku sendiri, berangkat dari teman-teman, pengalaman teman-teman," katanya.

Setelah selesai S2, Yogi ingin mengajar entah itu di USD atau kembali ke Bandar Lampung.

"Mungkin aku penginnya jadi dosen sih. Jadi dosen ya kalau rezekinya," katanya.

Jika ada rezeki lagi atau misal dapat beasiswa, Yogi juga berkeinginan melanjutkan studi S3.

"Kalau sudah ada biayanya, biaya sendiri, insyaallah lanjut S3. Syukur-syukur ada beasiswa ya gas, kenapa nggak," pungkasnya.

Buka sumber asli