Kisah Sulaji, Tukang Tambal Ban Asal Semarang Berangkat Haji
Kisah Sulaji, Tukang Tambal Ban Asal Semarang Berangkat Haji. #newsupdate #update #news #text

Haji Sulaji telah merampungkan proses ibadah haji pada 2026. Dia membawa pulang cerita tentang ketekunan, kesabaran, dan perjuangan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi Haji Sulaji, di Semarang. Pria tersebut berprofesi sebagai tukang tambal ban.
Sejak mendaftar haji pada 2014, Sulaji dengan tekun menyisihkan penghasilannya untuk mewujudkan cita-cita berhaji. Selama masa tunggu keberangkatan, ia juga mengikuti arisan sebagai bagian dari ikhtiarnya mempersiapkan biaya pelunasan.
Saat memasuki tahap pelunasan, masih terdapat kekurangan dana sehingga ia harus meminjam untuk memenuhi kewajiban tersebut demi dapat memenuhi panggilan Allah SWT pada musim haji 2026.
Dahnil mengatakan, Kemenhaj mendata sejumlah jemaah dengan kisah perjuangan yang inspiratif dan semangat yang luar biasa dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Salah satunya adalah Sulaji yang selama lebih dari satu dekade berikhtiar dengan penuh kesabaran dan ketulusan.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemenhaj mendata jemaah yang pekerja keras, berusaha mempunyai niat tulus untuk berangkat haji kami memastikan bahwa para jemaah yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan dapat menjalani kehidupan pascahaji dengan lebih tenang,” ujar Dahnil Rabu (24/6).

Ia menjelaskan, melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, bantuan diberikan kepada Sulaji sehingga kewajiban yang masih dimilikinya dapat diselesaikan.
“Pak Haji Sulaji adalah potret ketulusan dan kerja keras masyarakat Indonesia. Beliau menabung sejak 2014, berikhtiar melalui arisan, dan bahkan rela meminjam demi memenuhi panggilan Allah SWT," kata Dahnil.
"Alhamdulillah, melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, kami dapat membantu beliau sehingga kini Pak Haji Sulaji dapat menjalani kehidupan sebagai seorang haji dengan lebih tenang tanpa dibayangi kewajiban yang masih tersisa,” tambah dia.
Menurut Dahnil, kehadiran negara harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama mereka yang telah menunjukkan semangat, kerja keras, dan ketulusan dalam beribadah.
“Semoga kemabruran haji Pak Sulaji membawa keberkahan dan manfaat bagi beliau dan keluarganya. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai luhur bangsa,” pungkasnya.