News Berita

Kilatan Cahaya di Langit Yogyakarta: Meteor Bolide

Kilatan Cahaya di Langit Yogyakarta: Meteor Bolide #newsupdate #update #news #text

Kilatan Cahaya di Langit Yogyakarta: Meteor Bolide
Rekaman CCTV meteor berwarna hijau melintas di langit pada Sabtu (11/7/2026) malam.
 Foto: Instagram/@irfan.setiaji
Rekaman CCTV meteor berwarna hijau melintas di langit pada Sabtu (11/7/2026) malam. Foto: Instagram/@irfan.setiaji

Media sosial dihebohkan dengan kilatan cahaya yang diduga merupakan meteor. Kilatan cahaya itu dilaporkan terlihat di langit Bekasi, Cirebon, hingga Yogyakarta.

Fenomena tersebut sempat terekam kamera warga hingga kamera CCTV. Video pertama cahaya diduga sebagai meteor terekam kamera warga yang sedang membonceng sepeda motor.

Cahaya tersebut tampak berwarna kehijauan dan terpantau menukik dari atas langit menuju ke bawah.

"Fenomena langka, Meteor berwarna hijau di langit Yogyakarta malam ini," tulis keterangan video tersebut pada Sabtu (11/7).

Dalam video lain, tampak cahaya diduga meteor terekam kamera CCTV. Waktu yang tertulis di video CCTV itu adalah 11 Juli pukul 21.23 WIB. Tepatnya di detik ke-55.

Cahaya juga tampak berwarna kehijauan. Cahaya berbentuk bulat dan kemudian lenyap sebelum jatuh ke bawah.

"Video CCTV meteor berwarna hijau melintas di langit malam tadi 11/7/2026 sekitar jam 21:23 WIB," tulis keterangan video.

Pendiri Jogja Astro Club (JAC) Mutoha Arkanuddin membenarkan fenomena yang terekam kamera warga adalah meteor.

"Iya betul mas itu fenomena meteor yang dinamakan bolide," kata Mutoha dikonfirmasi, Minggu (12/7).

Bolide merupakan istilah astronomi untuk meteor yang sangat terang atau fireball yang memiliki lesatan cepat dan meledak sebelum menyentuh tanah.

"Karena ukurannya yang besar, biasanya lebih dari 1 meter diameternya," katanya.

Lantaran meledak sebelum menyentuh tanah, biasanya meteor bolide tidak berdampak ke warga.

"Sejauh ini sangat jarang jatuhan meteor sampai melukai orang biasanya jatuh di laut, hutan, gurun atau tempat-tempat yang bukan pemukiman kalaupun di pemukiman biasanya cuma serpihan kecil yang tidak membahayakan," katanya.

Mutoha menyebut, bila melihat sisi waktu dan arahnya, meteor yang melintas pada malam itu termasuk meteor sporadic.

"Bukan bagian dari meteor shower apa pun. Tiap hari selalu ada meteor jatuh, menurut perkiraan hampir 50 ton batuan ini menghujani bumi setiap harinya dari ukuran debu hingga beberapa meter. Namun banyak yang tak terlihat karena siang atau sangat kecil," ungkapnya.

Meski demikian, dia menyebut masyarakat tidak perlu khawatir dengan fenomena ini.

"Bumi sudah punya mekanisme perlindungan jatuhan meteor, karena ada atmosfer apalagi luas lautan yang 70% sehingga sering meteor jatuhnya di laut atau di tempat sepi seperti hutan, padang pasir, danau, dll," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Daerah Istimewa Yogyakarta, Reni Kraningtyas, mengatakan untuk benda langit seperti itu merupakan ranah BRIN.

"Untuk benda angkasa, langsung ke BRIN nggih," kata Reni.

Buka sumber asli