Kesaksian Masinis KA Argo Bromo: Sepertinya Sinyal Eror
Kesaksian Masinis KA Argo Bromo: Sepertinya Sinyal Eror #newsupdate #update #news #text

Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandri, menyampaikan kesaksian terkait insiden yang menimpa keretanya dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4).
Kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur itu menyebabkan 16 orang tewas. Kedua kereta yang terlibat juga mengalami kerusakan parah.
Nofiandri mengaku terkejut atas kejadian yang menimpa kereta yang dikendalikannya.

“Sama, kalau syok saya juga syok,” ucap Nofiandri sebagaimana dalam tayangan di YouTube Trainspotter ID sesaat setelah kejadian.
“Alhamdulillah, penumpang KA Bromo Anggrek relatif aman. Justru yang terdampak adalah penumpang KRL di bagian paling belakang,” sambungnya, mengacu pada KRL Commuter Line yang terlibat kecelakaan.
Nofiandri kemudian menduga adanya gangguan sinyal sebelum peristiwa tabrakan terjadi.
“Sepertinya ada sinyal yang eror,” ujar Nofiandri.
Ia juga menjelaskan detik-detik saat sinyal yang dilihatnya berwarna merah.
“Tadi sudah ada informasi dari PK (pusat kendali), tapi saya belum sepenuhnya copy (menerima informasi tersebut), sudah keburu sinyalnya merah,” paparnya.
“Dibilang mendadak juga tidak. Seharusnya (sinyal) tidak bisa merah, karena dari Bekasi sinyalnya hijau (urutannya: hijau, kuning, merah). Secara koneksi, kalau di sana hijau, di sini maksimal kuning, tidak bisa langsung merah,” lanjutnya.
Nofiandri menyebut kecepatan keretanya. “Kecepatan lumayan, sekitar 110 km/jam,” jelasnya.