Kenali Menstrual Migraine
Menstrual Migraine : sakit kepala sebelah, berdenyut, yang terjadi 2 hari sebelum atau dalma periode menstruasi

Secara global, gangguan sakit kepala memengaruhi sekitar 40% populasi, atau 3,1 miliar orang pada tahun 2021, dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Sakit kepala tidak hanya menyakitkan, tetapi juga menyebabkan disabilitas (sangat mengganggu aktivitas). Menurut Estimasi Kesehatan Global (Global Health Estimates) tahun 2021, sakit kepala migrain ditemukan sebagai penyebab tertinggi ketiga untuk disability-adjusted life years (DALYs) atau tahun hidup yang disesuaikan dengan disabilitas di seluruh dunia, setelah stroke dan ensefalopati neonatal (gangguan fungsi otak pada bayi baru lahir).
Apa itu Menstrual Migraine?
Meskipun tidak semua wanita mengalami sakit kepala saat menstruasi, setidaknya dua dari tiga wanita menderita menstrual migraine (migrain menstruasi). Gejala yang dirasakan:
sakit kepala berdenyut di satu sisi kepala
sensitif terhadap cahaya atau suara
mual dan muntah
terjadi dua hari sebelum menstruasi hingga tiga hari pertama saat menstruasi.
Apa penyebabnya?
Hipotesis penurunan estrogen menunjukkan bahwa menurunnya kadar estrogen selama fase pramenstruasi memicu serangan migrain dengan memodifikasi respons nyeri di dalam sistem trigeminovaskular. Oleh karena itu, pendekatan tata laksana berfokus pada manipulasi dan stabilisasi hormon untuk mengurangi frekuensi serta keparahan serangan.
Bagaimana cara mengobati sakit kepala menstruasi?
Obat-obatan biasanya menjadi pilihan utama untuk mengatasi migrain menstruasi. Beberapa obat yang umum direkomendasikan dokter meliputi:
Pil KB Oral: Jika Anda sedang mengonsumsi kontrasepsi oral, dokter mungkin akan mengubah jenis atau dosisnya untuk mengurangi perubahan hormon yang drastis menjelang menstruasi.
Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS/NSAID): Obat ini berfungsi meredakan nyeri. Dokter mungkin menyarankan Anda meminum NSAID dua hingga tiga hari sebelum menstruasi dimulai dan melanjutkannya selama darah haid keluar.
Triptan (selective serotonin receptor agonists): Ini adalah obat umum untuk mengatasi migrain. Anda bisa meminum triptan sesuai petunjuk untuk menghentikan nyeri begitu gejala awal mulai muncul. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral, suntikan, atau semprotan hidung.
Terapi Hormon: Untuk mengatur perubahan hormon selama menstruasi, suplemen estrogen dapat membantu menyeimbangkan hormon Anda. Terapi ini tersedia dalam bentuk obat oral, gel vagina, atau koyo (patch) yang digunakan pada minggu menjelang menstruasi.
Bagaimana cara meredakan sakit kepala menstruasi tanpa obat?
Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit kepala akibat hormon ini secara mandiri. Anda mungkin perlu melakukan beberapa eksperimen (coba-coba) untuk mengetahui apa yang membuat sakit kepala Anda membaik atau memburuk. Sebagai contoh, jika cahaya memicu nyeri dan Anda merasa kegerahan, menetaplah di dalam kamar yang sejuk dan gelap.
Tips tambahan lainnya:
Tidur yang cukup.
Makan makanan bergizi seimbang secara teratur (jangan melewatkan waktu makan).
Lakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.
Kelola stres dengan baik.
Menjalani masa menstruasi memang membawa banyak gejala, seperti kram perut, perut kembung, hingga perubahan suasana hati (mood swings). Kehadiran migrain tentu bisa membuat momen bulanan tersebut terasa jauh lebih menyiksa. Untungnya, migrain menstruasi bukanlah sesuatu yang pasrah harus dimaklumi atau rasakan di setiap siklus. Dokter atau tenaga medis dapat membantu mengatasi sakit kepala ini. Pemberian obat-obatan dapat mengurangi frekuensi sekaligus tingkat keparahan sakit kepala tersebut, dan pilihan tindakan pencegahan pun saat ini sudah tersedia.