News Berita

Kemlu Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Praka Rico, Sebut Kejahatan Perang

Kemlu Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Praka Rico, Sebut Kejahatan Perang #newsupdate #update #news #text

Kemlu Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Praka Rico, Sebut Kejahatan Perang
Bendera negara pengirim kontingen UNIFIL, pasukan perdamaian di Lebanon Selatan. Foto: Dok UNIFIL
Bendera negara pengirim kontingen UNIFIL, pasukan perdamaian di Lebanon Selatan. Foto: Dok UNIFIL

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengutuk serangan artileri tank Israel yang menewaskan prajurit TNI dalam misi UNIFIL, Praka Rico Pramudia. Kemlu menilai, apa yang dilakukan Israel merupakan kejahatan perang.

"Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," demikian keterangan Kemlu lewat akun X-nya, Jumat (24/4).

Kemlu memastikan pemerintah Indonesia akan terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta meminta pertanggungjawaban atas insiden ini.

"Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Oleh karenanya, Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL," ujarnya.

Di sisi lain, Kemlu juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka Rico. Rico gugur setelah dirawat intensif sejak terkena serangan pada 29 Maret lalu.

"Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, yang mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr," ucapnya.

Sejak insiden itu, Pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut guna memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal.

"Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," katanya.

Kendaraan UNIFIL melaju di jalan utama di Qlayaa, Lebanon selatan, pada  27 Maret 2026. Foto: Karamallah Daher/REUTERS
Kendaraan UNIFIL melaju di jalan utama di Qlayaa, Lebanon selatan, pada 27 Maret 2026. Foto: Karamallah Daher/REUTERS

Kemlu juga akan berkoordinasi dengan UNIFIL terkait proses repatriasi jenazah.

"Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia. Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan," ungkapnya.

Gugurnya Praka Rico ini menambah daftar pasukan Indonesia yang meninggal saat tergabung dengan satgas UNIFIL. Sebelumnya, sudah ada 3 prajurit yang gugur, yakni Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.

Mereka semua gugur saat eskalasi konflik antara Israel-Hizbullah di Lebanon.

Buka sumber asli