Kementan Target Swasembada Bawang Putih, Siapkan Anggaran Rp 400 M
Kementan menyiapkan dana Rp 400 miliar itu lewat bantuan pembibitan bagi petani. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia bisa mencapai swasembada bawang putih dalam waktu 3 hingga 4 tahun ke depan. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 miliar melalui skema bantuan pembibitan bagi petani.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk skema bridging bibit bagi petani dengan nilai bantuan mencapai Rp 75 juta per hektare.
“Pemerintah memberikan bridging bibitnya. Rp 75 juta kali 5.000 hektare ya sekian Rp 400 miliaran lah. Tapi itu sebetulnya itu tadi nanti setelah selesai dikembalikan diputar lagi gitu, mulai dari tahun ini,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (17/6).
Sudaryono menjelaskan pemerintah akan meminjamkan bibit kepada petani. Setelah panen, petani mengembalikan bibit sebesar 1,5 kali dari jumlah yang diterima, sementara sisanya dapat dijual bebas.
Tantangan Utama Swasembada Bawang Putih
Sudaryono mengatakan Indonesia masih sangat bergantung pada impor bawang putih. Saat ini lebih dari 90 persen kebutuhan nasional masih dipenuhi dari luar negeri.
Meski begitu, kata Sudaryono, target swasembada bawang putih relatif lebih mudah dibandingkan swasembada beras karena kebutuhan lahannya tidak sebesar komoditas padi.
Dia menjelaskan terdapat dua tantangan utama dalam program swasembada bawang putih, yaitu ketersediaan lahan di dataran tinggi dan penyediaan bibit.
“Tantangannya adalah yang pertama adalah nyari tempat. Karena nanam bawang putih harus di ketinggian. Kita sudah ada tiga di Sembalun di Nusa Tenggara Barat, kemudian di Temanggung, dan juga di Humbang Hasundutan,” katanya.
Program pembibitan tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari asosiasi petani, Perum Bulog, ID FOOD, hingga PTPN
Impor Bawang Putih Akan Dikurangi Bertahap

Kementan menargetkan luas tanam bawang putih nasional mencapai 100 ribu hektare dalam 3 sampai 4 tahun mendatang. Dengan luas tanam tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Sudaryono mengatakan pengurangan impor akan dilakukan secara bertahap seiring bertambahnya kapasitas produksi dan ketersediaan bibit.
"Saya kira sih berharap paling tidak mulai pertengahan tahun depan itu sudah ada pengurangan dari kuota impor yang ada. Kita perkirakan nggak gede sih, cuma kan kita maunya kan eksponensial ya,” ungkap Sudaryono.
Untuk memenuhi kebutuhan lahan, pemerintah juga menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dengan memanfaatkan lahan-lahan perkebunan yang berada di dataran tinggi.
Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemanfaatan sebagian kebun teh yang sudah tidak produktif di wilayah Bandung, Jawa Barat.
"Kemudian untuk PTPN itu dilibatkan dalam kita menanam. Salah satunya kita sedang bicara dengan Kang Dedi Mulyadi, bagaimana di daerah Bandung sana itu kebun teh ada sebagian yang sudah sudah nggak beroperasi itu kemudian bisa kita convert menjadi menjadi lahan untuk bawang putih gitu,” tutur Sudaryono.