News Berita

Kemensos-Kemenpar Kolaborasi Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Poltekpar NHI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045.

Kemensos-Kemenpar Kolaborasi Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Poltekpar NHI
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026).  Foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pengembangan Sekolah Rakyat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata dan Sosial di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Kamis (23/7/2026).

Kerja sama ini menjadi landasan sinergi kedua kementerian dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari penyediaan lahan dan fasilitas pendukung, penguatan kurikulum, hingga pemberian akses beasiswa bagi para lulusan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan komitmen Kementerian Pariwisata untuk menyediakan lahan seluas lima hektare bagi pembangunan Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026).  Foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

“Kami di Kementerian Pariwisata, di Politeknik Pariwisata NHI Bandung ini akan memberikan tanah lima hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan dua hektare untuk pembangunan fasilitas olahraga yang bisa digunakan bersama dengan anak-anak NHI Bandung,” kata Widiyanti.

Selain mendukung pembangunan infrastruktur, Kementerian Pariwisata juga akan berkolaborasi dalam penguatan kualitas pendidikan dengan memberikan kurikulum pariwisata bagi siswa Sekolah Rakyat. Kesempatan melanjutkan pendidikan ke Politeknik Pariwisata juga akan dibuka melalui skema beasiswa bagi para lulusan.

“Sekolah Rakyat ini kami berikan alokasi 20% bisa masuk ke politeknik pariwisata dengan beasiswa,” kata Widiyanti.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kampus Politeknik Pariwisata akan menjadi salah satu proyek Sekolah Rakyat permanen yang berdiri di atas lahan milik Kementerian Pariwisata.

“Tanah yang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata ini akan menjadi bagian dari salah satu gedung permanen yang akan dibangun pada tahap tiga atau tahap empat. Jika semua persyaratannya sudah dicukupi, insyaallah Kemen PU akan membangun sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelas Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico serta Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026).  Foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

Menurutnya gedung permanen Sekolah Rakyat tersebut nantinya dirancang menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Sebagai sekolah berasrama, siswa mendapat pendampingan selama 24 jam dan dukungan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, termasuk Learning Management System (LMS).

“Intinya sekolah rakyat ingin menghadirkan proses pembelajaran dengan lingkungan berkualitas dan mempersiapkan anak-anak kita ini menjadi generasi emas tahun 2045,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan Sekolah Rakyat menyasar anak-anak keluarga prasejahtera melalui penjangkauan berbasis DTSEN tanpa mekanisme pendaftaran. Prioritas diberikan kepada anak-anak putus sekolah, berisiko putus sekolah, tidak bersekolah, atau belum pernah mengenyam pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026).  Foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

Sejak beroperasi pada tahun lalu, program ini telah melahirkan berbagai prestasi yang diraih para siswanya.

“Sudah berjalan satu tahun sejak Juli 2025 yang lalu dan kita bangga ada prestasi-prestasi yang sudah dicapai oleh siswa-siswa sekolah rakyat,” kata Gus Ipul.

Dalam acara tersebut, penampilan siswa Sekolah Rakyat berprestasi sukses menyita perhatian. Para siswa menampilkan kemampuan berpidato dalam empat bahasa asing, yakni bahasa Inggris oleh Dede Sarinah (SRMA 14 Bandung Barat), bahasa Arab oleh Voni Rahmaini (SRMA 11 Bandung), bahasa Mandarin oleh Siti Nuraisyah Putri (SRMA 11 Bandung), dan bahasa Jepang oleh Alimin (SRMA 14 Bandung Barat).

Selain itu, paduan suara siswa membawakan lagu berbahasa Sunda berjudul Bandung yang dilanjutkan dengan lagu bertema ayah dan ibu. Suasana semakin khidmat saat Vania Ashry dari SRMA 11 Bandung membacakan puisi tentang harapan yang tumbuh kembali melalui Sekolah Rakyat, membuat para tamu undangan terharu.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026).  Foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

Sebelumnya, siswa Sekolah Rakyat juga menampilkan yel-yel penuh semangat dan disiplin serta atraksi karate yang kompak. Berbagai penampilan tersebut memperlihatkan capaian pembinaan Sekolah Rakyat, baik dalam pengembangan karakter, kemampuan akademik, maupun nonakademik.

Hadir dalam acara tersebut, Staf Khusus Menteri Sosial (SKM) Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib, SKM Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, Kepala Biro Umum Yadi Muchtar, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Devi Deliani, Kepala Biro Perencanaan Cecep Sulaeman, Kepala Biro Hukum Rizi Umi Utami, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Joko Widiarto, serta Direktur Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Suharma.

Hadir pula Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Adrianus Alla mewakili Dirjen Pemberdayaan Sosial, Direktur Jaminan Sosial Mardi mewakili Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Hasim mewakili Dirjen Rehabilitasi Sosial, Tenaga Ahli Menteri (TAM) Sosial Bidang Media dan Komunikasi Publik Galih Hidayatullah, TAM Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kementerian Andy Kurniawan, TAM Bidang Perencanaan dan Pengembangan Rekayasa Sosial Agustinus Budi Prasetyohadi, serta Kepala Bidang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Mujiastuti mewakili Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.

Turut hadir pula pejabat Kementerian Pariwisata, antara lain Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini Mohammad Paham, Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Akuntabilitas Bambang Andikaning Prang, Staf Khusus Menteri Bidang Pengamanan Destinasi dan Pengawasan Krisnandi, Kepala Biro Umum dan Hukum Antonio Wasono Imam Prakoso, serta Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026).  Foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana teken MoU pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampus Poltekpar NHI Bandung guna wujudkan generasi emas 2045, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

Hadir pula Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur dan Pendidikan Vokasi Andar Danavo L. Goeltom, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Samto Betah, Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung Anwari Masatip, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Endang Komesty Sinaga, Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Wisnu Rahtomo, serta Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Haryadi Darmawan.

Buka sumber asli