Kemenkes Sampaikan Duka Atas Wafatnya Dokter Icha, Dalami Dugaan Intimidasi
Kemenkes Sampaikan Duka Atas Wafatnya Dokter Icha, Dalami Dugaan Intimidasi #newsupdate #update #news #text

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan ucapan duka atas wafatnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha, dokter RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur yang ditemukan tewas diduga mengalami tekanan psikis usai mendapatkan intimidasi dari anggota DPRD TTU.
"Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Dedikasi beliau dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengabdian tenaga kesehatan," ucap pernyataan Kemenkes di akun Instagram @kemenkes.id, Minggu (28/6).
Kemenkes pun kini tengah mengusut dugaan intimidasi yang dialami oleh dr. Icha.
"Terkait kabar dugaan intimidasi yang menimpa almarhumah, Kemenkes tidak akan tinggal diam. Saat ini, tim Kemenkes tengah bergerak untuk mengusut kasus ini secara transparan dan tuntas," ucap pernyataan itu.
"Tidak ada ruang bagi segala bentuk perundungan, intimidasi, atau penyalahgunaan wewenang terhadap tenaga kesehatan. Siapa pun yang berjuang di garda terdepan berhak atas rasa aman dan penghormatan," tandasnya.
Sebelumnya, meninggalnya dokter Icha menjadi perhatian publik setelah pihak keluarga menduga korban mengalami tekanan psikologis usai menangani pasien gigitan ular hijau di RS Leona Kefamenanu.
Keluarga menyebut, dokter Icha sempat didatangi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang memprotes penanganan pasien di ruang IGD. Menurut keluarga, insiden tersebut membuat dokter Icha mengalami depresi berat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (26/6).
Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam keterangan keluarga, yakni Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, telah membantah melakukan intimidasi terhadap dokter Icha.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa tersebut dan belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara dugaan intimidasi, surat yang ditemukan di lokasi kejadian, maupun penyebab pasti kematian dokter Icha.