Kemenkes Bicara Kebutuhan Mendesak Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatera
Kemenkes Bicara Kebutuhan Mendesak Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatera #newsupdate #update #news #text

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan pemenuhan sejumlah alat kesehatan untuk puskesmas terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di antara kebutuhan yang paling mendesak adalah dental unit untuk layanan kesehatan gigi serta alat fogging untuk penanganan penyakit yang muncul pascabencana.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Satgas Rehabilitasi Bencana Hidrometeorologi Sumatera, Sumarjaya, usai acara serah terima bantuan alat kesehatan dari Perwakilan Donatur Pemuda Sumatera Utara kepada puskesmas terdampak bencana di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Menurut Sumarjaya, bantuan yang disalurkan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar agar layanan kesehatan di puskesmas dapat kembali berjalan optimal.
"Memang kebutuhan mendasar untuk Puskesmas yang terdampak. Jadi kita bener-bener kita inikan (prioritaskan). Nah, akhirnya yang prioritas pertama itu kan memang dental unit," kata Sumarjaya.
Ia menjelaskan dental unit menjadi kebutuhan mendesak karena kerusakan alat tersebut dapat mengganggu pelayanan kesehatan gigi di puskesmas.
"Dental unit ini kan orang kan kalau berdasarkan CKG kan memang angkanya paling tinggi tuh. Makanya kalau itu nanti kan berbahaya. Jadi kalau itu nggak ada tuh semua udah nggak bisa dipakai lagi tuh dental unit. Sehingga ada delapan Puskesmas memang butuh dental unit segera dalam rangka untuk pelayanan gigi dan juga dalam rangka kerja sama dengan BPJS, soalnya nanti nggak bisa diklaim. Kan seperti itu," ujarnya.

Selain dental unit, sejumlah puskesmas juga membutuhkan tempat tidur pemeriksaan karena banyak fasilitas yang mengalami kerusakan akibat bencana.
"Nah, yang kedua terkait dengan ada beberapa Puskesmas perawatan atau Puskesmas biasa, kan kalau di depannya kan dia butuh apa namanya tempat tidur untuk pemeriksaan. Nah itu juga habis semua. Jadi kita bagi itu beberapa yang memang rusak dan memang kita segera perbaiki sambil menunggu anggaran dari APBN masuk," katanya.
Kemenkes juga menyalurkan alat fogging untuk membantu penanganan penyakit di wilayah yang masih terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
"Nah, yang ketiga kita di Tukka itu, di Tukka itu di Tapanuli Tengah, sekarang tuh masih terjadi banjir masih. Nah itu banyak apa penyakit dengue apa. Nah kita juga siapkan fogging untuk membantu dalam rangka penanganan itu," ujar Sumarjaya.
Selain itu, bantuan juga mencakup sterilisator untuk menjaga kebersihan alat kesehatan sehingga pelayanan di puskesmas dapat berjalan dengan aman.
"Nah, ada juga sterilisator itu tempat pengering alat kesehatan itu supaya steril gitu ya. Itu kan penting. Walaupun ini kan itu penting. Nah itu juga kita berikan supaya bisa beroperasi dengan optimal," katanya.
Sementara itu, Sumarjaya menyebut bantuan alat kesehatan tersebut akan disalurkan ke sekitar 40 puskesmas di tiga provinsi terdampak bencana.
"Totalnya Puskesmasnya sekitar empat puluh Puskesmas dari sembilan, dari tiga provinsi itu," ujarnya.