Kasus Sate 'Misterius' di Boyolali: Makam Korban Dibongkar, Pengirim Terungkap
Kasus Sate 'Misterius' di Boyolali: Makam Korban Dibongkar, Pengirim Terungkap #newsupdate #update #news #text

Kasus kematian Aminah (56), warga Desa Sindon, Dukuh Jantir, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, menimbulkan tanda tanya. Ia meninggal dunia usai menyantap sate yang dikirim oleh seseorang. Polisi sampai membongkar makamnya untuk menyelidiki penyebab kematian.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan, ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan atas dugaan meninggal dunia secara tidak wajar berdasarkan aduan masyarakat.
"TKP awal itu kejadiannya pada tanggal 19 Mei dan baru dilaporkan oleh keluarga pada 25 Mei lalu dilakukan ekshumasi," ujar Artanto, Senin (1/6).
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan pelapor kasus ini ialah anak dari almarhumah. Sejumlah saksi diperiksa untuk mengungkap kasus ini.
“Semua keluarga kita periksa sebagai saksi. Kecurigaan kita tampung tapi tidak bisa membuat kesimpulan tanpa ada dengan bukti yang sudah ada. Total 8 saksi diperiksa,” ujar Indra, Selasa (2/6).
Pihaknya juga mendalami adanya penemuan bangkai ayam dan sate di lokasi. Bangkai ayam itu sudah dibawa oleh Biddokes Polri untuk diperiksa.
Pengirim Sate Misterius

Kuasa hukum keluarga, Wiwik Dwi Habsar, mengatakan peristiwa ini berawal saat Aminah menghubungi anaknya setelah mendapat kiriman makanan berupa sate yang diantar seseorang driver ojol pada 19 Mei 2026.
Namun, pengirim makanan itu tak jelas. Anaknya meminta Aminah untuk membuang makanan tersebut.
“Anaknya sampaikan makanan itu jangan dimakan, pengirimnya tidak jelas. Akhirnya ya sudah dibuang. Sempat berucap, 'Makanan enak kok ndak dimakan.' Jadi anaknya bilang itu, besok saya belikan saja,” kata Wiwik menirukan percakapan anak dengan korban, Kamis (5/6).
Keesokan harinya, tepatnya pada 20 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, anak Aminah datang ke rumah untuk menitipkan anak (cucu Aminah) karena dia akan bekerja. Saat itu, pintu rumah Aminah tak kunjung dibuka meski telah beberapa kali diketuk.
Mereka kemudian mendobrak pintu dan menemukan Aminah meninggal dunia dengan kondisi mulut mengeluarkan busa.
“Almarhum sudah tidak ada, terbujur kaku, mengeluarkan sedikit muntahan dan busa di mulut. Itu keterangan anak dan tetangga yang mengangkat jenazah setelah mendobrak pintu rumah,” jelasnya.
Menurut kuasa hukum, Aminah tinggal sendirian di kediamannya. Sementara suaminya telah meninggal dunia sekitar enam bulan lalu.
Selain menemukan Aminah meninggal, keluarga juga menemukan keanehan yakni ayam mati secara bersamaan.
“Berapa jumlah ayam mati yang ditemukan saya tidak tahu. Yang pasti kemarin pihak Biddokkes Polri sudah mengambil sampel ayam mati tersebut dan baju bekas muntahan korban,” kata dia.
Pengirim Sate Terungkap

Pengirim sate misterius itu terungkap. Ia adalah menantu korban berinisial P.
P telah diamankan polisi dan diperiksa selama 8 jam di Mapolres Boyolali. Kepada polisi, P mengaku telah mengirim sate tersebut ke rumah korban.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan P merupakan salah satu dari delapan saksi yang diperiksa penyidik.
"Ada 8 orang saksi, kita juga sudah periksa terduga pelaku yaitu menantu dari almarhum. Namun statusnya masih sebagai saksi," ujar Indra saat ditemui awak media di Mapolresta Surakarta, Kamis (5/6).
Dia menegaskan pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif. Polres Boyolali juga menunggu hasil toksikologi dari Biddokes Polda Jateng terkait hasil pemeriksaan ekshumasi dan uji laboratorium terhadap sejumlah ayam yang mati secara bersamaan usai makan sisa bumbu sate di rumah korban.
Saat ditanya apakah terduga pelaku mengakui telah mengirim sate ke rumah korban, Indra membenarkan hal tersebut.
"Ya betul (terduga akui kirim sate rumah korban). Hasil pemeriksaan itu sampai tadi malam pukul 23.00 WIB. Di mana terduga pelaku dari keterangannya menyampaikan ke pihak penyidik bahwa yang bersangkutan yang mengirimkan sate tersebut ke kediaman korban," kata dia.
Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan bahwa sate yang dikirim terduga pelaku menjadi penyebab meninggalnya korban.
"Kita tunggu hasil Biddokes Polda Jateng. Jika keterangan hasil menyebutkan ada sesuatu yang indikasikan penyebab meninggalnya kita baru putuskan terkait keterlibatan kasus ini," ucap dia.
Dia menegaskan hingga saat ini, terduga pelaku masih berstatus saksi. Polres Boyolali juga melakukan pengawasan terhadap yang bersangkutan.
"Kita lakukan pengawasan terduga pelaku. Sejauh ini kooperatif tidak lakukan hal melanggar hukum dan sudah tunjuk pengacara untuk dampingi. Pemeriksaan kemarin berlangsung selama 8 jam. Sejauh ini baru satu terduga pelaku yang diperiksa," ucapnya.