Kasus Kematian Satu Keluarga akibat Pestisida di Hotel Turki Mulai Disidangkan
Satu keluarga berkewarganegaraan Turki-Jerman tewas keracunan saat menginap di sebuah hotel di Istanbul, Turki. Mereka diduga terpapar gas fosfin yang dipakai memberantas hama. #publisherstory

Kasus kematian empat orang dalam satu keluarga yang diduga terpapar uap pestisida beracun saat menginap di sebuah hotel di Istanbul berujung ke pengadilan Turki.
Keluarga Bocek yang berkewarganegaraan Turki‑Jerman—ayah Servet, ibu Cigdem, putra mereka Kadir Muhammet yang berusia enam tahun, dan putri mereka Masal yang berusia tiga tahun—jatuh sakit saat berlibur pada November 2025.
Mereka kemudian meninggal dunia di rumah sakit.
Laporan autopsi yang diserahkan kepada jaksa menemukan "keberadaan kuat gas fosfin", suatu zat yang sangat beracun dan digunakan dalam pemberantasan hama.
Penyelidik mengklaim keluarga tersebut terpapar gas beracun itu setelah penyemprotan insektisida dilakukan di hotel.
Sebanyak enam orang terdakwa diadili, lima di antara mereka ditahan, termasuk pemilik hotel dan pejabat senior dari perusahaan pengendalian hama.
Mereka didakwa menyebabkan kematian akibat kelalaian dan terancam hukuman hingga 22,5 tahun penjara.

Jaksa menyatakan pestisida digunakan untuk menangani kutu kasur di sebuah kamar, satu lantai di bawah kamar keluarga tersebut. Uap beracun lantas merembes ke atas melalui saluran ventilasi kamar mandi.
Kecurigaan awal berfokus pada keracunan makanan setelah keluarga tersebut menyantap makanan kaki lima di Distrik Ortakoy, Istanbul.
Sejumlah pedagang makanan diperiksa, tetapi jalur penyelidikan itu kemudian dikesampingkan setelah uji forensik menyingkirkan kemungkinan penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Menurut dakwaan, gas fosfin terdeteksi pada handuk, masker, dan sampel usap yang diambil dari kamar hotel.
Institut Kedokteran Forensik Turki secara bulat menyimpulkan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh keracunan pestisida.
Jaksa menuduh perusahaan pengendalian hama tersebut beroperasi tanpa izin dan karyawan yang melakukan penyemprotan tidak memiliki sertifikasi yang disyaratkan.
Pembunuhan akibat Kelalaian
Pada hari pertama persidangan, pemilik hotel membantah bertanggung jawab.
"Saya tidak berpikir itu akibat pengendalian hama," katanya kepada pengadilan, seraya menyatakan ia tidak mengetahui bahwa izin operasional perusahaan tersebut telah dicabut.
Pemilik perusahaan pengendalian hama juga menolak tuduhan kelalaian.
"Saya hanya pemilik perusahaan, saya tidak memahami pengendalian hama," katanya.
Terdakwa lain menyatakan kepada pengadilan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki sertifikat sejak 2019 dan staf hanya menerima pelatihan selama dua hingga tiga bulan.
Dokumen pengadilan juga merujuk pada rekaman kamera keamanan yang menunjukkan anggota keluarga tersebut berupaya menjangkau ambulans setelah jatuh sakit.
Seorang resepsionis mengatakan kepada penyelidik bahwa ia mengunci pintu hotel karena bau yang sangat menyengat lalu meninggalkan gedung.
Jaksa menyatakan para terdakwa gagal menjalankan prinsip kehati‑hatian dan bertindak lalai.

Dalam insiden terpisah, pada Agustus 2025, dua remaja Belanda ditemukan tewas di sebuah kamar di hotel Istanbul yang berbeda. Autopsi menyimpulkan mereka meninggal akibat paparan pestisida yang disemprotkan di gedung tersebut, lapor media Turki.
Jasad kedua remaja laki‑laki itu, berusia 15 dan 17 tahun, ditemukan ketika polisi dan paramedis dipanggil ke hotel di distrik Fatih, Istanbul, dekat Masjid Biru dan Grand Bazaar.
Ayah mereka, yang bersama mereka, selamat setelah menerima perawatan di rumah sakit.

Kecurigaan awal saat itu juga berfokus pada makanan yang disantap keluarga tersebut di sebuah restoran saat berlibur di Turki.
Namun, laporan forensik yang diterbitkan berbulan‑bulan kemudian menyimpulkan para remaja tersebut meninggal setelah menghirup aluminium fosfida—zat beracun yang sama yang diyakini menewaskan keluarga Bocek—demikian dilaporkan media NTV.
Pihak berwenang menahan lima orang terkait insiden tersebut, termasuk pemilik perusahaan pengendalian hama, menurut laporan media itu.
Gas Fosfin Beracun
Kedua kasus tersebut telah menarik perhatian internasional dan memicu kembali seruan untuk pengawasan yang lebih ketat terhadap bahan kimia berbahaya di hotel.
Di antara bahan kimia berbahaya tersebut adalah fosfida logam, yang banyak digunakan dalam pengendalian hama tetapi dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian jika ditangani secara tidak benar.
Bahan kimia berbahaya lainnya adalah aluminium fosfida, pestisida yang diduga digunakan di hotel tempat keluarga Bocek menginap.
Aluminium fosfida lazim digunakan untuk membunuh hama di gudang biji‑bijian dan untuk melindungi tanaman.
Zat ini dirancang untuk digunakan jauh dari manusia, seperti di liang hewan pengerat, dan dilisensikan untuk digunakan di lahan pertanian di banyak negara, termasuk Turki.
Ketika senyawa padat ini bersentuhan dengan kelembapan di udara, ia melepaskan gas fosfin yang sangat beracun.
Gejala awal paparan dapat meliputi muntah atau batuk darah.
Persatuan Kamar Insinyur dan Arsitek Turki memperingatkan bahwa gas fosfin dapat berakibat fatal bahkan pada konsentrasi rendah.
Meskipun Turki, seperti banyak negara lain, melarang penggunaan fosfida logam untuk penanganan kutu kasur, para ahli mengatakan penegakan dan pengawasan terhadap pembatasan tersebut tidak konsisten.