News Berita

Kasus Day Care Jogja: Pengasuh, Kepala Sekolah-Kepala Yayasan Jadi Tersangka

Kasus Day Care Jogja: Pengasuh, Kepala Sekolah-Kepala Yayasan Jadi Tersangka #newsupdate #update #news #text

Kasus Day Care Jogja: Pengasuh, Kepala Sekolah-Kepala Yayasan Jadi Tersangka
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan pihaknya mengantongi ciri-ciri mobil yang menabrak pebalap World Supersport Aldi Satya Mahendra.  Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan pihaknya mengantongi ciri-ciri mobil yang menabrak pebalap World Supersport Aldi Satya Mahendra. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Polisi menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus dugaan kekerasan dan penelantaran di day care Little Aresha di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

"Sebanyak 13 orang tersangka terdiri dari 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh," kata Kapolresta Yogya Kombes Pol Eva Guna Pandia kepada wartawan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4) malam.

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melaksanakan gelar perkara pada malam ini. Sementara itu, motif kekerasan menurut Pandia masih akan didalami.

Day care di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Dok. Isitimewa
Day care di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Dok. Isitimewa

Para tersangka dijerat dengan Pasal 76A juncto Pasal 77 atau Pasal 76B juncto Pasal 77B atau Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Yaitu tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, atau menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah atau penelantaran," kata Pandia.

53 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian mengatakan diduga ada 53 anak yang menjadi korban kekerasan. Total anak yang berada di day care tersebut mencapai 103 anak.

"(Korban) usia di bawah 2 tahun," ujar Adrian.

Anak-anak ini diduga mengalami kekerasan seperti diikat tangan dan kakinya.

"Karena ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya," ungkap Adrian.

Buka sumber asli