News Berita

KAI Kembangkan Jalur Kereta Trans Sumatera, Investasi Capai Rp 350 T

PT KAI mulai menyiapkan pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatera yang ditargetkan menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung.#bisnisupdate #update #bisnis #text

KAI Kembangkan Jalur Kereta Trans Sumatera, Investasi Capai Rp 350 T
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai menyiapkan pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatera yang ditargetkan menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi mencapai USD 20-25 miliar atau sekitar Rp 350 triliun.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pengembangan jaringan rel di Sumatera dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Sumatera.

“Kalau totalnya itu (pembangunan jaringan rel) Sumatera, itu bisa sekitar USD 20 sampai dengan USD 25 miliar atau sekitar Rp 350 triliun dari ujung ke ujung.,” ujar Bobby, saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (3/6).

Menurut Bobby, saat ini jaringan rel aktif di Sumatera masih terpisah-pisah dan belum saling terkoneksi secara penuh. KAI menetapkan pembangunan jalur Banda Aceh-Besitang sebagai prioritas utama dalam tahap awal proyek Trans Sumatera tersebut.

“Nah prioritas kita yang pertama itu adalah menghubungkan antara Banda Aceh dengan Besitang itu totalnya itu sekitar 478 km. Ini DED-nya kita lagi bikin ya,” ujar Bobby.

Berdasarkan paparan roadmap pengembangan KAI 2026-2030, jalur Banda Aceh-Besitang menjadi bagian dari program reaktivasi jalur mati di Sumatera Utara dan Aceh dengan total panjang sekitar 478 kilometer (km).

Ilustrasi Kereta KAI. Foto: KAI
Ilustrasi Kereta KAI. Foto: KAI

Rinciannya meliputi jalur Lhokseumawe-Langsa-Besitang sepanjang 248 km, Banda Aceh-Sigli 80 km, serta Sigli-Bireun-Lhokseumawe 150 km.

Selain itu, KAI juga menyiapkan reaktivasi jalur mati di Sumatera Barat dengan total panjang sekitar 248,5 km. Jalur tersebut mencakup Naras-Sungai Limau sepanjang 6,5 km, Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Limbanang sepanjang 162 km, hingga Solok-Muarakalaban sepanjang 24 km.

Tak hanya reaktivasi jalur lama, KAI juga merancang pembangunan jalur baru di Sumatera dengan total panjang sekitar 1.110 km sesuai Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS).

Beberapa jalur baru yang direncanakan antara lain Rantau Prapat-Dumai sepanjang 200 km, Duri-Pekanbaru 90 km, Pekanbaru-Rengat 180 km, hingga Lubuklinggau-Bengkulu 90 km.

Di sisi angkutan logistik, KAI juga menyiapkan pengembangan jalur batu bara Tanjung Enim Baru-Tarahan II dengan peningkatan kapasitas sekitar 313 km.

“Kalau totalnya itu (pembangunan jaringan rel) Sumatera, itu bisa sekitar USD 20 sampai dengan USD 25 miliar atau sekitar Rp 350 triliun dari ujung ke ujung,” imbuh Bobby.

KAI memperkirakan kebutuhan biaya pembangunan jalur rel mencapai sekitar Rp 20 miliar per km untuk jalur tunggal (single track).

Buka sumber asli