News Berita

Jepang Salip Indonesia Jadi Destinasi Favorit Turis Australia, Ini Kata Kemenpar

Indonesia masih menjadi tujuan utama wisatawan Australia secara keseluruhan. #kumparanTRAVEL #newsupdate

Jepang Salip Indonesia Jadi Destinasi Favorit Turis Australia, Ini Kata Kemenpar
Ilustrasi traveling  ke Jepang. Foto: Dok. Klook
Ilustrasi traveling ke Jepang. Foto: Dok. Klook

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menanggapi data terbaru Biro Statistik Australia, yang menunjukkan Jepang untuk pertama kalinya menyalip Indonesia sebagai destinasi Asia favorit turis Australia pada Februari 2026. Meski demikian, pemerintah menegaskan Indonesia masih menjadi tujuan utama turis Australia secara keseluruhan.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Indonesia saat ini masih menyumbang 11,4 persen dari total perjalanan internasional turis Australia ke seluruh dunia.

“Indonesia masih menjadi destinasi favorit turis Australia. Kalau melihat data tahunan, posisinya masih sangat kuat,” ujar Ayu Marthini kepada kumparan.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini. Foto: Dok. Kemenpar
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini. Foto: Dok. Kemenpar

Menurutnya, sepanjang 2025 jumlah turis asing asal Australia ke Indonesia mencapai 1,754 juta orang, atau naik 5 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, data yang dirilis Australia dan ramai dibahas hanya mengambil periode Februari 2026, sehingga belum cukup menggambarkan tren jangka panjang.

“Data satu bulan tidak cukup untuk menyimpulkan adanya pergeseran struktural. Ini bagian dari siklus preferensi turis global yang wajar, dan juga dipengaruhi faktor musiman setelah libur sekolah akhir Januari,” kata Ayu Marthini.

Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, jumlah turis Australia ke Indonesia pada Februari 2026 mencapai 107.437 kunjungan, atau tumbuh 1,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif Januari-Februari 2026, kunjungan turis Australia ke Bali tercatat 234.029 orang atau naik 1,62 persen.

Bali Tetap Jadi Primadona

Ilustrasi festival di Bali. Foto: Shutterstock
Ilustrasi festival di Bali. Foto: Shutterstock

Kemenpar memastikan Bali masih menjadi destinasi utama turis Australia dan belum tergeser. Pada 2025, Pulau Dewata mencatat lebih dari 6,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara, dengan Australia sebagai pasar terbesar, disusul India dan China.

Selain turis asing, turis lokal juga menjadi penopang penting sektor pariwisata Bali. Sepanjang 2025, sebanyak 26 juta turis domestik tercatat berkunjung ke Bali.

Ayu Marthini juga menyoroti penghargaan internasional yang diterima Bali awal tahun ini. Dalam ajang ITB Berlin pada Maret 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, menerima penghargaan dari Tripadvisor yang menobatkan Bali sebagai “Destinasi Terbaik 2026”.

Oleh karena itu, untuk menjaga daya tarik pasar Australia, Kemenpar saat ini menjalankan strategi “Bali and Beyond”, yakni menjadikan Bali sebagai pintu masuk, sekaligus hub menuju destinasi lain di Indonesia.

Sejumlah wisatawan membawa papan selancar berjalan menuju ke tengah laut saat berlibur di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/9/2023). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto
Sejumlah wisatawan membawa papan selancar berjalan menuju ke tengah laut saat berlibur di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/9/2023). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto

Melalui strategi tersebut, turis Australia didorong tidak hanya berlibur ke Bali, tetapi juga melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Lombok, Sumba, Mentawai, hingga Batam dan Bintan.

“Dengan berbagai program pemasaran aktif, turis Australia kini mulai mengenal destinasi lain di Indonesia selain Bali,” ujarnya.

Menurut Ayu Marthini, situasi geopolitik di Timur Tengah justru membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak turis Australia. Sebab, Indonesia memiliki keunggulan jarak yang dekat, penerbangan langsung, serta banyak pilihan destinasi.

Saat ini terdapat 11 kota atau bandara di Australia yang memiliki koneksi penerbangan langsung ke Indonesia. Pemerintah juga membidik sekitar 330 ribu wisatawan Australia yang setiap tahun bepergian ke Timur Tengah, agar mengalihkan liburan mereka ke Indonesia.

Kepopuleran Jepang

Ilustrasi traveler Muslim di Jepang. Foto: Kingmaya Studio/Shutterstock
Ilustrasi traveler Muslim di Jepang. Foto: Kingmaya Studio/Shutterstock

Terkait meningkatnya minat turis Australia ke Jepang, Kemenpar menilai Negeri Sakura memang tengah berada di puncak popularitas. Jepang menawarkan pengalaman empat musim, kuliner yang diterima luas, budaya unik, konektivitas udara baik, nilai tukar yen yang kompetitif, hingga infrastruktur modern dan efisien.

Selain itu, turis Australia juga mendapat kemudahan visa waiver hingga 90 hari ke Jepang tanpa syarat e-paspor, maupun registrasi pra-keberangkatan.

Meski begitu, Kemenpar menilai kondisi tersebut bukan ancaman, melainkan motivasi untuk terus memperkuat daya saing Indonesia.

Indonesia disebut memiliki keunggulan pada kekayaan budaya, masyarakat yang ramah, destinasi tropis sepanjang tahun, wisata bahari seperti surfing, diving, dan yachting, hingga wisata wellness untuk healing dan kebugaran.

“Tingginya repeat visitor Australia ke Bali membuktikan adanya emotional connection yang kuat. Ini modal penting yang terus kami optimalkan,” pungkas Ayu Marthini.

Buka sumber asli