Jelang Perayaan Kemerdekaan AS, Massa Dievakuasi Akibat Badai Petir
Jelang Perayaan Kemerdekaan AS, Massa Dievakuasi Akibat Badai Petir #newsupdate #news #update #text

Puluhan ribu orang dievakuasi dari kawasan National Mall, Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (4/7) waktu setempat akibat ancaman badai petir, hanya beberapa jam sebelum perayaan Hari Kemerdekaan AS atau 4th of July dimulai.
Perayaan tersebut juga dijadwalkan menjadi panggung bagi Presiden AS Donald Trump untuk menyampaikan pidato dalam rangka peringatan 250 tahun berdirinya AS.
Dilansir AFP, angin kencang disertai kilat yang terlihat di sekitar lokasi membuat petugas memerintahkan seluruh pengunjung segera meninggalkan area dan mencari perlindungan di museum maupun gedung pemerintah terdekat.
"Demi keselamatan Anda, seluruh tamu diminta segera mengevakuasi area," demikian pengumuman petugas di lokasi.
Pendukung Trump Sempat Bertahan
Situasi sempat ricuh ketika sebagian massa mengira lokasi acara telah kembali dibuka.
Sejumlah pendukung Trump berlari menuju pos pemeriksaan keamanan sambil meneriakkan "Charge!" dan "Trump! Trump!".
Di sisi lain, petugas masih berupaya membujuk sebagian pengunjung yang menolak meninggalkan lokasi.
"Saat petir berada dalam radius kurang dari tiga mil (sekitar lima kilometer), evakuasi wajib dilakukan," kata seorang petugas Secret Service kepada sebuah keluarga yang enggan pergi, dikutip AFP.

Petugas lainnya terdengar berteriak, "Ayo! Kita sedang evakuasi! Mulai bergerak!"
Lebih dari 100 orang di dekat panggung tetap bertahan sambil meneriakkan "USA! USA! USA!" ketika dua pesawat pengebom B-2 melintas sebagai bagian dari atraksi udara perayaan.
Polisi kemudian turun tangan dan memaksa kelompok tersebut meninggalkan area.
Badan Keamanan Dalam Negeri dan Manajemen Darurat Washington DC juga mengeluarkan peringatan kepada masyarakat.
"Badai petir hebat sedang terjadi di dekat National Mall. Segera cari tempat berlindung. Jangan menunggu," tulis lembaga tersebut melalui media sosial X.
Meski sempat dievakuasi, penyelenggara kemudian mengumumkan acara akan tetap dilanjutkan setelah cuaca membaik.
Pidato Trump pun dijadwalkan mundur sekitar satu jam dari rencana semula.