Jadi Perhatian, Ini Insiden Kecelakaan yang Libatkan Taksi Green SM
Taksi Green SM kembali jadi sorotan publik, ini sederet insiden serupa libatkan kereta api #kumparanOTO

Operator taksi Green SM (dulu Xanh SM) kembali jadi sorotan. Pasalnya, salah satu armadanya disinyalir menjadi biang awal mula insiden hebat yang melibatkan kecelakaan tiga rangkaian kereta sekaligus di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Kronologi sementara, taksi dengan nomor polisi B 2864 SBX itu disebutkan hendak menyeberang perlintasan kereta api tanpa palang, saat itu belum ada tanda kereta akan lewat atau sudah dekat. Namun, diceritakan tiba-tiba kendaraan alami mogok di tengah.
"Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Tadi posisinya memang tidak kelihatan kereta. Penjaga ini teriak, 'Sudah keluar, keluar'. Didorong-dorong tidak kuat, akhirnya keburu datang kereta, akhirnya menabrak," ujar salah seorang warga di lokasi, Saman (55).
Peristiwa itu tentunya membuka kembali ingatan soal beberapa insiden yang melibatkan armada milik Green SM. Dirangkum dari berbagai sumber, setidaknya sudah ada dua kasus serupa terakhir dalam rentang waktu relatif berdekatan.

Pada 31 Desember 2025, sebuah taksi Green SM juga pernah tertemper kereta di perlintasan saat tengah mencoba menyeberang usai rangkaian pertama lewat. Membuat bagian depan kendaraan rusak cukup parah.
Lalu pada 10 Oktober 2025, satu unit taksi Green SM salah satu bagiannya mengenai badan kereta di perlintasan Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat karena berhenti pada posisi yang terlalu dekat dengan lintasan rel.
Lebih-lebih di luar kasus yang melibatkan moda transportasi kereta, insiden taksi Green SM juga terbilang banyak. Seperti menabrak dengan kendaraan lainnya, menabrak bangunan atau objek lainnya, hingga masuk ke dalam parit.
Banyak warganet yang menuntut perusahaan agar lebih jelas saat merekrut pengemudi taksi Green SM. Hingga kini, operator berbasis di Vietnam tersebut telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kecelakaan yang baru saja terjadi.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," urai Green SM lewat akun Instagram @id.greensm, Senin (27/4).
Perusahaan disebutkan berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan. Serta berjanji kan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," bunyi akun tersebut.