Istri Epy Kusnandar Alami Kekerasan, Didorong Orang Tak Dikenal Depan Warung
Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, didorong oleh salah satu pembeli di depan warungnya. #kumparanHITS #newsupdate

Kejadian kurang menyenangkan dialami istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, di depan warung usahanya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Insiden kekerasan yang menimpa Karina itu terjadi pada Senin (15/6) siang, saat dirinya tengah bersiap membuka warung.
Kejadian bermula sekitar pukul 11.45 WIB ketika seorang pria datang menggunakan sepeda motor. Saat itu, kondisi warung masih ditutup terpal karena jam operasional belum dimulai.
Akan tetapi, pria tersebut langsung membuka paksa terpal penutup warung milik Karina dan membentaknya untuk membuka warung.
"Saya sudah bilang, 'Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi bapak tunggu dulu di tenda ya Pak, nanti kita panggil kalau sudah'. 'Enggak, mau sekarang aja pesannya'. Pokoknya dengan suasana tidak enak dari awal," ujar Karina Ranau saat ditemui di warungnya, Rabu (17/6).

Situasi semakin memanas saat Karina meminta pria tersebut memindahkan parkir motornya. Sebab, pria tersebut parkir di depan ruko milik orang lain yang berada di samping warung Karina.
Karina mencoba untuk meminta pria tersebut memindahkan kendaraannya ke area parkir warung miliknya.
"'Bapak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya gak enak'. 'Entar dulu kenapa sih, ngegas amat!' Ya keluarlah kata-kata itu, sambil nyamperin saya di sini," jelasnya.
Karina mengaku sempat takut saat pria tersebut mulai mendekati dirinya dengan raut penuh emosi. Pria itu lalu mendorong dirinya hingga membuat Karina tersungkur di pinggir jalan, tepat depan warungnya.
"Dia gak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget. Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana. Ya itu, saya juga syok sampai keliyengan," ungkapnya.

Karina Ranau segera mengambil tindakan tegas dengan melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian. Atas laporannya, Karina juga telah menjalani pemeriksaan BAP serta melakukan visum untuk melengkapi bukti dugaan kekerasan fisik yang dialaminya.
"Saya datang melapor dan memang prosedur di sana kita harus ikutin prosedurnya untuk bikin laporan. Untuk ngebawa orang juga harus ada sesuai BAP-nya, ada bukti visumnya apa segala macam. Jadi sudah sempat ke visum juga diantar sama Bapak Polisinya," pungkasnya.
Hingga saat ini, Karina Ranau masih menunggu hasil visum yang diperkirakan akan keluar dalam waktu satu minggu ke depan.
Karina memastikan dirinya tidak akan menempuh jalur damai demi memberikan efek jera kepada pelaku yang telah bertindak kasar terhadap dirinya di tempat umum.