News Berita

Istana Ungkap Arahan Prabowo: Deregulasi hingga Hilirisasi Dipercepat

Istana Ungkap Arahan Prabowo: Deregulasi hingga Hilirisasi Dipercepat #newsupdate #update #news #text

Istana Ungkap Arahan Prabowo: Deregulasi hingga Hilirisasi Dipercepat
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat jumpa pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan PTN dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat jumpa pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan PTN dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan deregulasi berbagai perizinan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pertama, berkenaan dengan masalah deregulasi yang berkali-kali Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (15/6).

Selain deregulasi, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap penguatan ekspor dan impor nasional yang berkaitan erat dengan program hilirisasi dan industrialisasi.

Prasetyo mengatakan Presiden secara khusus memberikan penekanan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani yang juga tergabung dalam Satuan Tugas Hilirisasi dan Industrialisasi.

"Yang kedua, Bapak Presiden tadi juga menekankan bahwa khususnya kepada Pak Rosan sebagai CEO Danantara dan sekaligus juga sebagai salah satu anggota dari Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi, karena kalau kita berbicara penguatan mata uang maka tidak bisa lepas juga dari performa ekspor dan impor kita," ujarnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Menurut Prasetyo, hilirisasi dan industrialisasi memiliki dua tujuan utama, yakni mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya yang dimiliki Indonesia sehingga dapat memperbesar kekayaan bangsa.

"Berkaitan dengan performa ekspor dan impor kita itu salah satunya juga berkaitan dengan masalah hilirisasi dan industrialisasi. Di satu sisi industrialisasi dan hilirisasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor," tutur Prasetyo.

"Yang kedua, juga pada akhirnya kita berharap produk yang kita hasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi tadi dapat memberikan nilai tambah yang itu membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara kita," katanya.

Prasetyo menambahkan Presiden juga menyoroti mulai tumbuhnya kepercayaan investor asing terhadap global bond yang diterbitkan Danantara. Di samping itu, Presiden menegaskan pentingnya menjaga stabilitas untuk mendukung iklim usaha di dalam negeri.

"Jadi itu juga dua hal yang tadi ditekankan oleh Bapak Presiden untuk bisa dipercepat selain mengenai mulai tumbuhnya kepercayaan investor asing terutama terhadap global bond yang diterbitkan Danantara," tandas dia.

Buka sumber asli