Israel Serang Lebanon Usai Gencatan Senjata Diperpanjang Trump
Israel Serang Lebanon Usai Gencatan Senjata Diperpanjang Trump #newsupdate #update #news #text

Israel meluncurkan serangan baru ke Lebanon pada Sabtu (25/4) waktu setempat. Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon selama tiga pekan.
Dikutip dari AFP, media pemerintah Lebanon melaporkan serangkaian serangan baru Israel terjadi di selatan negara tersebut. Serangan itu dilakukan usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang Hizbullah secara paksa. Netanyahu menuduh Hizbullah lebih dulu melanggar gencatan senjata.
Kementerian Kesehatan Lebanon sebelumnya mengatakan bahwa serangan Israel terhadap sebuah truk dan sepeda motor di kota Yohmor al-Shaqeef di distrik Nabatieh menewaskan empat orang.
"Serangan lain di kota Safad al-Battikh, di distrik Bint Jbeil, mengakibatkan dua orang tewas dan 17 orang terluka," demikian laporan Kemenkes Lebanon dikutip dari AFP.
Militer Israel mengatakan telah menghabisi tiga anggota Hizbullah pada Sabtu yang mengendarai kendaraan yang sarat dengan senjata. Serta satu orang lagi yang mengendarai sepeda motor, dan dua anggota bersenjata lainnya dari kelompok tersebut di tempat lain.
Pihak Israel juga mengatakan telah mengidentifikasi dua proyektil yang diluncurkan dari Lebanon. Mereka mengecam pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata oleh Hizbullah.
Sementara itu, Hizbullah mengatakan telah menargetkan kendaraan militer Israel di Lebanon selatan sebagai balasan atas serangan terhadap Yohmor al-Shaqeef.