Isi Pertemuan Menhan dan Purnawirawan: Bahas Overflight Access-Pasukan UNIFIL
Isi Pertemuan Menhan dan Purnawirawan: Bahas Overflight Access-Pasukan UNIFIL #newsupdate #update #news #text

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar pertemuan dengan para jenderal purnawirawan TNI di Kantor Kemhan, Jakarta pada Jumat (24/4). Dalam forum ini, sejumlah isu turut diangkat, mulai dari kerja sama luar negeri hingga perkembangan pasukan perdamaian Indonesia.
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan kebijakan sekaligus menyerap masukan dari para senior.
“Kementerian Pertahanan bersama dengan TNI melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan para purnawirawan TNI sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi strategis antara generasi aktif dan para senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi pertahanan negara,” kata Rico kepada wartawan usai pertemuan.
Ia menjelaskan, forum tersebut juga membahas perkembangan strategi pertahanan, termasuk penguatan postur TNI.
“Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait arah kebijakan pertahanan nasional, termasuk strategi pengembangan kekuatan TNI ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rico mengungkap bahwa isu kerja sama dengan Amerika Serikat hingga rencana overflight access turut disampaikan oleh Menhan kepada para purnawirawan.
“Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan, khususnya yang terakhir adalah bersama dengan Secretary of War, Pete Hegseth beberapa waktu yang lalu. Itu disampaikan secara langsung kepada para purnawirawan,” kata dia.
Namun, Rico tak menyampaikan detail terkait bagaimana kelanjutan dari rencana overflight access yang belakangan jadi perbicangan. Juga komentar dari para purnawirawan yang hadir terkait dengan isu itu.
Selain itu, perkembangan pasukan perdamaian Indonesia (UNIFIL) di Lebanon juga menjadi salah satu topik pembahasan. Rico menyebut hal tersebut menjadi perhatian para purnawirawan, terutama terkait evaluasi ke depan.
“Termasuk, ya. Terkait dengan perkembangan pasukan perdamaian yang ada di, khususnya di Lebanon. Itu termasuk menjadi masukan-masukan dari para senior supaya evaluasi ke depannya bagaimana,” ujarnya.

Ia menambahkan, dinamika geopolitik kawasan juga ikut menjadi bahan diskusi.
“Termasuk dengan perkembangan yang ada saat ini di Lebanon Selatan, maupun perkembangan geopolitik yang ada di Selat Hormuz. Itu menjadi bahan-bahan masukan dari para purnawirawan,” lanjutnya.
Menurut Rico, berbagai masukan yang diberikan para purnawirawan akan menjadi bagian dari evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pertahanan nasional.
“Ini adalah menjadi bagian daripada masukan-masukan dan informasi yang diterima dari para purnawirawan, para senior, dengan harapan ke depannya itu akan menjadi bagian dari evaluasi maupun perbaikan ataupun masukan-masukan input dalam pengembangan kebijakan pertahanan negara,” tuturnya.
Ia juga menyebut respons para purnawirawan terhadap pemaparan Menhan dan Panglima TNI cenderung positif.
“Sebagian besar merasa mendapatkan informasi secara positif, ya. Sebagian besar mendapatkan responsif yang positif setelah mendapatkan penjelasan dari Pak Menhan maupun Bapak Panglima TNI kaitannya dengan pengembangan kekuatan ke depan,” pungkas Rico.
Dalam pertemuan ini, tampak sejumlah mantan Panglima hadir, seperti Jenderal Wiranto hingga Jenderal Andika Perkasa. Selain itu, ada pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, dan para Kepala Staf Angkatan hadir pada pertemuan ini.