News Berita

Ini Dia Profil Pembeli Listrik Indonesia dari Singapura

Keppel Electric dan Sembcorp Industries menjadi pembeli listrik dari Indonesia yang akan diimpor oleh Danantara. Berikut profilnya. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Ini Dia Profil Pembeli Listrik Indonesia dari Singapura
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Singapura bernama Sembcorp Tengeh Floating Solar Farm. Foto: Dok. Sembcorp Tengah Floating Solar Farm
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Singapura bernama Sembcorp Tengeh Floating Solar Farm. Foto: Dok. Sembcorp Tengah Floating Solar Farm

Indonesia dan Singapura telah menandatangani 26 nota kesepahaman atau MoU. Salah satu yang disorot adalah kesepakatan mengenai ekspor listrik dari Indonesia oleh Singapura.

Untuk itu, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong juga sudah mengumumkan tiga perusahaan yang akan menjadi off taker atau pembeli listrik Indonesia.

"Hari ini kami juga menandatangani MoU antara Danantara dengan Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections," kata Lawrence dalam konferensi pers bersama Prabowo usai Leaders' Retreat Indonesia-Singapura di Istana Jakarta, Senin (6/7).

Lawrence menilai Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar dan Singapura ingin menjadi mitra dalam mengembangkan potensi tersebut. Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, kedua negara juga tengah membangun salah satu proyek tenaga surya terbesar di Indonesia yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek itu diharapkan dapat memasok listrik bersih untuk mendukung kawasan industri di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang sama, Presiden Prabowo menyebut kerja sama Indonesia dan Singapura bukan hanya perdagangan listrik, tapi juga di bidang ekosistem digital, keamanan siber hingga pangan.

"Kita juga kolaborasi di bidang pangan, rantai pasok, bidang keamanan pertahanan dan implementasi di bidang itu. Kemitraan kuat dibangun atas dasar kepercayaan bukan hanya pemerintah tapi rakyat kedua negara" jelasnya.

Keppel Electric

Ilustrasi Danantara. Foto: Iljanaresvara Studio/Shutterstock
Ilustrasi Danantara. Foto: Iljanaresvara Studio/Shutterstock

Untuk Keppel Electric, perusahaan tersebut merupakan perusahaan ritel listrik pertama di Singapura yang didirikan pada 1997 dan merupakan bagian dari konglomerasi Keppel Ltd.

Dikutip dari laman resminya pada Selasa (7/7), Keppel Electric memasok listrik ke seluruh wilayah Singapura melalui National Electricity Grid dalam skema Open Electricity Market (OEM). Dengan penerapan OEM tersebut, pada 2018 Keppel Electric sudah menjadi penyedia listrik pilihan bagi lebih dari 120.000 pelanggan rumah tangga dan menguasai lebih dari 20 persen pangsa pasar pelanggan rumahan di Singapura.

Pada 2022 lalu, Keppel Electric juga sudah meluncurkan ritel listrik hijau baru bernama ecoGreen. Langkah itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan tersebut untuk menyediakan energi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan laman Grup Keppel, sebenarnya mereka juga memiliki Keppel Merlimau Cogen yang merupakan pembangkit listrik berbahan bakar gas berkapasitas 1.300 MW di Jurong Island. Pembangkit tersebut memasok listrik ke jaringan nasional Singapura sejak 2007. Selain itu, grup Keppel juga memiliki bisnis di bidang gas alam yakni Keppel Gas dan energi terbarukan yakni Keppel Energy Nexus.

Saat ini, Keppel Electric memang tidak tercatat di bursa saham. Namun begitu perusahaan induknya yakni Keppel Ltd merupakan perusahaan publik yang terdaftar di Singapore Exchange (SGX).

Sembcorp Industries

Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Sedangkan untuk Sembcorp Industries, perusahaan itu merupakan perusahaan energi dan pembangunan perkotaan berkelanjutan yang berdiri dan berkantor pusat di Singapura.

Berdasarkan laporan tahunan mereka di tahun 2025, Sembcorp sudah beroperasi di 11 negara, yakni Singapura, Australia, China, India, Bangladesh, Indonesia, Myanmar, Oman, Vietnam, Uni Emirat Arab, dan Britania Raya dengan berbagai portofolio energi.

Saat ini, Chairman Sembcorp adalah Tow Teng Han sejak 1 Juni 2021. Selain sebagai Chairman Sembcorp, ia juga merupakan board member of Temasek Trust. Sementara itu, CEO dari Sembcorp adalah Wong Kim Yin sejak 1 Juli 2020.

Saat ini, Sembcorp juga tercatat di Singapore Exchange (SGX). Berdasarkan Laporan Tahunan 2025, saham perusahaan ditutup pada level SGD 6,02 pada akhir 2025 dengan kapitalisasi pasar sebesar SGD 10,7 miliar. Adapun pemegang saham terbesarnya adalah Temasek Holdings dengan kepemilikan sekitar 49,6 persen saham.

SGEI

Terakhir, terdapat Singapore Energy Interconnections Pte. Ltd. (SGEI) yang merupakan perusahaan yang berdiri dan berkantor pusat di Singapura.

Dikutip dari laman resminya, perusahaan tersebut didirikan pada April 2025 dan ditunjuk oleh Pemerintah Singapura untuk mengembangkan serta mengoperasikan interkoneksi listrik lintas negara dalam mendukung impor listrik ke Singapura.

Kini perusahaan itu juga mendukung target Singapura untuk mengimpor sekitar 6 GW listrik rendah karbon pada 2035 atau sekitar 30 persen dari total pasokan listrik nasional.

Buka sumber asli