Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Asma
Meski tidak bisa disembuhkan hanya dengan makanan, asupan yang dikonsumsi tetap berperan penting dalam mengelola gejalanya. #kumparanFOOD #newsupdate

Setiap Selasa pertama di bulan Mei diperingati sebagai Hari Asma Sedunia. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada 5 Mei. Momen ini tentu menjadi pengingat bahwa kesehatan pernapasan tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari, termasuk pola makan. Asma sendiri merupakan kondisi kronis yang menyerang saluran pernapasan. Meski tidak bisa disembuhkan hanya dengan makanan, asupan yang dikonsumsi tetap berperan penting dalam mengelola gejalanya. Ada beberapa jenis makanan yang dapat membantu meredakan peradangan, tapi ada juga yang justru bisa memicu kambuh. Oleh karena itu, menjaga dan mengatur pola makan menjadi langkah penting dalam mengontrol asma. Menurut Dr. Ayush Gupta, Senior Consultant, Department of Pulmonary Critical Care and Sleep Medicine di Sitaram Bhartia Institute of Science & Research, New Delhi, nutrisi memiliki peran besar dalam mengelola asma. Hal ini berkaitan dengan pengaruhnya terhadap peradangan, stres oksidatif, serta sistem imun tubuh.

Bahkan, ia menyebut nutrisi sebagai 'pahlawan tanpa tanda jasa' dalam kesehatan pernapasan. Meski bukan obat utama, makanan dapat menjadi alat yang efektif untuk mengendalikan peradangan yang memicu serangan asma. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya hubungan antara kesehatan usus dan paru-paru (gut-lung axis), yang kini menjadi perhatian dalam dunia medis. Pola makan yang kaya antioksidan dan asam lemak omega-3 dinilai mampu membantu menstabilkan saluran napas. Sebaliknya, konsumsi gula olahan dan lemak trans justru dapat memperparah peradangan dan memperburuk gejala. Meski tidak menggantikan inhaler, pola makan sehat bisa menjadi 'pertahanan dasar' untuk menjaga kondisi paru-paru tetap optimal. Nah, ini dia makanan yang dianjurkan dan ssbaiknya dihindari untuk pengidap asma seperti dikutip dari NDTVFood.
Makanan yang Dianjurkan
1. Buah-buahan (Kaya Antioksidan)

Buah segar seperti apel, jeruk, dan beri mengandung antioksidan tinggi yang membantu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh. Nutrisi ini dapat menurunkan peradangan pada saluran napas dan mendukung fungsi paru-paru. 2. Sayuran (Tinggi Serat dan Nutrisi)

Sayuran hijau, brokoli, wortel, dan paprika kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang membantu mengatur peradangan. Konsumsi rutin sayuran dikaitkan dengan risiko gejala asma yang lebih rendah serta kesehatan pernapasan yang lebih baik. 3. Biji-bijian Utuh (Membantu Respons Peradangan)

Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara kesehatan usus dan asma. Pola makan tinggi serat dari biji-bijian utuh dapat meningkatkan bakteri baik di usus yang membantu mengurangi peradangan di paru-paru. 4. Makanan Kaya Omega-3 (Efek Anti-Inflamasi)

Ikan berlemak seperti salmon dan sarden, serta sumber nabati seperti biji rami dan kenari, mengandung asam lemak omega-3 yang membantu mengurangi peradangan pada saluran napas dan dapat memperbaiki pernapasan. 5. Makanan Berbasis Nabati (Mendukung Kesehatan Paru)

Pola makan yang didominasi makanan nabati terbukti membantu mengelola asma dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan respons imun. Memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan protein nabati serta mengurangi makanan hewani berat dapat membantu mengontrol gejala. Makanan yang Sebaiknya Dihindari
1. Makanan Cepat Saji (Tinggi Pemicu Peradangan)

Studi menunjukkan bahwa konsumsi fast food secara sering (tiga kali atau lebih per minggu) berkaitan dengan tingkat keparahan gejala asma yang lebih tinggi, terutama pada anak dan remaja. 2. Pengawet Buatan (Dapat Mengiritasi Saluran Napas)

Beberapa bahan tambahan makanan seperti pewarna dan perasa buatan dapat memicu iritasi pada sistem pernapasan pada individu tertentu. 3. Makanan Mengandung Sulfit (Pemicu bagi Sebagian Orang)

Sulfit yang terdapat pada buah kering, wine, dan beberapa jus kemasan dapat memicu gejala asma pada orang yang sensitif. 4. Garam Berlebih (Meningkatkan Sensitivitas Saluran Napas)

Asupan natrium yang tinggi dapat memperburuk gejala asma karena menyebabkan retensi cairan dan meningkatkan sensitivitas saluran napas.