Imbas Kemarau, Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Sentuh 0 Sentimeter
Imbas Kemarau, Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Sentuh 0 Sentimeter #newsupdate #news #update #text

Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, turun hingga menyentuh angka 0 sentimeter pada Sabtu (18/7).
Penjaga Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan kondisi TMA yang berada di angka 0 sentimeter menunjukkan debit aliran Sungai Ciliwung yang melintas di Bendung Katulampa mengalami penurunan cukup signifikan.
Dalam beberapa hari terakhir, TMA Bendung Katulampa disebut berfluktuasi di kisaran 0 hingga 10 sentimeter.
"Untuk TMA Bendung Katulampa sekarang sudah mulai surut. TMA Bendung Katulampa 0 sentimeter. Dalam beberapa hari memang pernah 0 cuma ada 1-2 jam, terus 10 lagi, 0 lagi, begitu. Dampaknya memang mulai terasa karena musim kemarau," kata Alwan.
Alwan mengimbau kepada warga masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.

Warga diminta tetap siaga dan waspada terhadap perubahan cuaca sewaktu-waktu serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi terkait kondisi terkini Sungai Ciliwung.
"Untuk imbauan kepada warga masyarakat atau warga di hilir bantaran Kali Ciliwung, himbauan tetap siaga dan waspada saja. Di saat hujan, kan ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan," katanya.
Pantauan di Bendung Katulampa menunjukkan surutnya aliran Sungai Ciliwung membuat hamparan bebatuan yang biasanya terendam air kini muncul ke permukaan.
Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah anak untuk bermain di tepian sungai dan di sela-sela bebatuan yang sebelumnya tertutup air.
"Iya ini main air aja sambil iseng nyari ikan, ada ikannya ini, ikan mujaer. Nanti mau nyoba masak," kata Aldo (14) salah satu anak kecil yang sedang bermain.
Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air, mengingat sejumlah wilayah di Kota Bogor sebelumnya telah mulai terdampak kekeringan.
Dalam satu minggu ini, dua wilayah di Kota Bogor yakni kawasan Kedunghalang Kecamatan Bogor Utara dan Bubulak Kecamatan Bogor Barat dilaporkan telah mengalami krisis air karena sumur warga mulai mengering imbas kemarau, sehingga mendapat bantuan air bersih dari BPBD.