IHSG Diproyeksi Melemah, Sentimen Negatif Masih Bayangi Pasar
IHSG diproyeksi kembali melanjutkan pelemahan, sentimen global dan domestik masih membayangi pasar saham. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada Jumat (5/6). IHSG berakhir di zona merah dengan ditutup anjlok 101,280 poin atau 1,70 persen ke 5.839,785 pada penutupan perdagangan Kamis (4/6).
Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan jual pada Kamis (4/6) masih berlanjut seiring maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah tingginya ketidakpastian dan rendahnya kepercayaan investor. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah juga melemah 0,45 persen ke level Rp 18.020 per dolar AS.
Secara teknikal, Phintraco menilai pelebaran histogram negatif MACD dan terbentuknya pola death cross pada Stochastic RSI menunjukkan sentimen pasar yang masih cenderung negatif.
“Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, namun diperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700-5.800,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (5/6).
Dari sisi sentimen domestik, Phintraco menyoroti pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menjadi Undang-Undang (UU PPSK). Regulasi baru itu memperkuat mandat OJK dan pengaturan pasar modal, termasuk rencana demutualisasi BEI serta peningkatan integritas transaksi.
Kebijakan ini dinilai berpotensi meningkatkan likuiditas pasar melalui perluasan peran perbankan di pasar modal, penguatan lembaga dan instrumen keuangan, serta pengembangan produk pasar modal yang lebih beragam.
“Transparansi dan tata kelola diperketat serta perlindungan investor diharapkan menjadi lebih kuat,” lanjut Phintraco Sekuritas.
Di samping itu, Phintraco Sekuritas jug menyinggung Danantara yang berencana menerbitkan obligasi global senilai USD 5 miliar yang telah memperoleh peringkat Baa2 dengan prospek negatif dari Moody’s.
“Penerbitan surat utang oleh Danantara ini diharapkan dapat memperdalam struktur modal nasional dan membiayai program pembangunan tanpa membebani APBN,” tulis Phintraco Sekuritas.

Phintraco merekomendasikan saham ADRO, ANTM, MDKA, TINS, dan INCO untuk diperhatikan sepanjang Jumat (5/6).
Kemudian, analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tekanan jual yang cukup kuat dengan area koreksi yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.
Analis MNC Sekuritas menyatakan saat ini posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [v] dalam struktur wave 5, yang mengindikasikan indeks masih berpotensi melanjutkan tren penurunan.
“Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5.395 hingga 5.412 sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara monthly,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Meski demikian, dalam jangka pendek IHSG masih memiliki peluang menguat terlebih dahulu ke kisaran 5.852 hingga 5.881.
Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham ADMR, MAPI, MDKA, dan RAJA untuk diperhatikan sepanjang Jumat (5/6).
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu