News Berita

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan, Didorong Sentimen Inflasi-Manufaktur RI

IHSG diproyeksi lanjutkan penguatan di level 6.220-6.280, didorong sentimen inflasi hingga kenaikan indeks manufaktur Indonesia. #bisnisupdate #update #bisnis #text

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan, Didorong Sentimen Inflasi-Manufaktur RI
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (12/12/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (12/12/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali menguat pada perdagangan Rabu (3/6). IHSG ditutup menguat di level 6.195.43 (+1.11 persen) pada perdagangan Selasa (2/6).

Analis Phintraco Sekuritas melihat, secara teknikal, pergerakan IHSG masih berada di atas MA5. Histogram MACD negatif terus menyempit, sementara Stochastic RSI bergerak menuju area pivot.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220-6.280,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (3/6).

Kemudian dari sisi fundamental, inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,08 persen secara year on year (YoY) pada Mei 2026 dibandingkan 2,42 persen YoY pada bulan sebelumnya.

Kelompok makanan menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan harga mencapai 4,94 persen YoY, didorong oleh kenaikan harga bahan pokok serta biaya distribusi. Inflasi inti juga naik menjadi 2,59 persen YoY dari sebelumnya 2,44 persen YoY.

Analis Phintraco Sekuritas juga memastikan tingkat inflasi ini masih dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) yang sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen. Hanya saja jika inflasi terus menguat dan rupiah dalam pelemahan lebih dalam, maka BI diproyeksi kembali dikerek.

Sementara itu aktivitas manufaktur menunjukkan perbaikan. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia naik ke level 50 pada Mei 2026 dari 49,1 pada April 2026. Artinya kondisi pabrik relatif stabil, terlihat dari pesanan baru yang meningkat selama dua bulan berturut-turut, meski pesanan ekspor terganggu perang di Timur Tengah.

Di sektor eksternal, surplus neraca perdagangan menyusut tajam menjadi USD 0,09 miliar pada April 2026, lebih rendah dibandingkan USD 3,32 miliar pada Maret 2026 maupun USD 0,20 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini merupakan surplus terendah sejak April 2020.

Pendorongnya adalah kenaikan impor sebesar 22,5 persen YoY dengan peningkatan impor migas sebesar 85,52 persen dan impor non migas tumbuh 14,11 persen. Di sisi lain, ekspor meningkat 21,98 persen YoY pada April 2026 setelah sebelumnya mengalami kontraksi 3,1 persen pada Maret 2026. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2022.

“Kenaikan impor migas antara lain disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah,” tambah analis Phintraco Sekuritas.

Rekomendasi saham untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Rabu (3/6) adalah AMRT, ENRG, SMGR, SUPA dan SCMA.

Analis MNC Sekuritas melihat pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (2/6) cenderung sideways. Kemudian posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji 6.362-6.484, dengan area koreksi terdekat berada di 5.899-6.080,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu (3/6).

Analis MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan saham BRPT, IMPC, INCO, dan KLBF untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Rabu (3/6).

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

Buka sumber asli