Ibu Mudah Marah, Tanda Tangki Cintanya Kosong?
Sering marah setelah jadi ibu? Psikolog ungkap beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya, Moms. #momsupdate #moms #update #text

Moms, menjadi ibu sering kali membuat perempuan harus berpikir dan bekerja hampir tanpa jeda. Mulai dari mengurus rumah, anak, hingga kebutuhan keluarga lainnya, semua bisa saja dilakukan dalam waktu bersamaan. Tak heran, banyak ibu merasa mudah marah, sensitif, bahkan cepat kelelahan secara emosional.
Apalagi kalau suami sering kali tidak hadir, untuk berbagi peran pengasuhan atau pekerjaan rumah tangga.
Kurang Dukungan dari Suami Bikin Ibu Jadi Gampang Marah?

Psikolog Klinis Dewasa Rumah Dandelion, Kezia Raraseda D, M.Psi., Psikolog, menyebut kondisi ini bisa menjadi tanda maternal burnout atau kelelahan kronis pada ibu. Kondisi tersebut bukan sekadar kurang sabar, tetapi karena fisik dan mental ibu sudah terlalu penuh menanggung beban sehari-hari.
Dukungan dari suami memang bisa menjadi salah satu bahan bakar penting bagi ibu. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi mental ibu tetap sehat.
“Ibu itu ibarat rumah yang punya banyak tiang penyangga. Salah satunya adalah dukungan dari suami. Ketika salah satu tiangnya rapuh, tentu akan berdampak pada kondisi rumahnya,” jelasnya pada kumparanMOM beberapa hari lalu.
Ya Moms, saat mengalami maternal burnout, ibu biasanya merasa energinya terkuras terus-menerus. Beban mental yang datang setiap hari membuat ibu sulit berfungsi secara optimal, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.
Karena itu, ibu juga perlu memiliki ruang untuk mengisi ulang energi. Tidak harus dengan waktu yang lama, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana seperti beristirahat sejenak, melakukan hobi, atau menikmati waktu sendiri.
Kenali Tanda Burnout pada Ibu
Menurut Kezia, mudah marah atau meledak-ledak bisa menjadi sinyal bahwa kapasitas mental ibu sudah penuh dan perlu di-recharge.
“Kalau kapasitas sudah penuh, artinya waktunya untuk isi ulang baterai. Ibu juga perlu memberikan dukungan untuk diri sendiri,” ujarnya.
Selain itu, komunikasi yang asertif dengan pasangan dan keluarga juga penting dilakukan. Ibu perlu menyampaikan apa yang dirasakan dan bantuan apa yang dibutuhkan agar tidak memendam kelelahan sendirian.
Dukungan kecil dari pasangan maupun anggota keluarga di rumah bisa membantu ibu merasa lebih tenang dan tidak menghadapi semuanya sendiri, Moms.