Harga Pertamax Naik, Driver Ojol Berharap Customer Tetap Loyal
Para pengemudi ojol berharap masyarakat tetap loyal menggunakan layanan ojol di tengah situasi ekonomi saat ini.

Harga BBM Pertamax yang naik menimbulkan tanggapan dari sejumlah pihak, salah satunya pengemudi ojek online (ojol). Meski kenaikan ini belum berdampak besar karena sebagian besar menggunakan Pertalite, para pengemudi ojol berharap masyarakat tetap loyal menggunakan layanan ojol di tengah situasi ekonomi saat ini.
Salah satu pengemudi ojol di Depok, Abdulloh, mengaku terdapat sedikit penurunan jumlah order sejak kenaikan harga Pertamax. Pengemudi yang tergabung dalam aplikasi ojol Gojek itu berharap masyarakat tetap setia menggunakan layanan, sehingga mitra ojol seperti dirinya tetap bisa membawa pendapatan harian yang cukup di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
“Belakangan ini agak sulit dapat orderan (imbas kenaikan harga Pertamax). Buat kami, yang paling penting adalah order tetap ada dan tetap ramai karena dari situlah pendapatan sehari-hari berasal,” ujar Abdulloh pada Minggu (14/6).
Abdulloh menyebut, setiap pesanan yang masuk sangat berarti bagi dirinya dan keluarga. Saat ini, ia bersyukur masih dapat menggunakan Pertalite sehingga kenaikan harga Pertamax belum berdampak signifikan untuk ongkos operasional.
“Kita selalu mengharapkan customer yang loyal, jadi setiap orderan ke Gojek terus, sangat penting untuk mempertahankan jumlah orderan,” kata Abdulloh
Senada dengan Abdulloh, Nur Aziz pun mengatakan pendapatan sebagai mitra sangat bergantung pada banyaknya tidaknya pesanan yang diterima. Oleh karena itu, ia fokus menjaga kestabilan order di tengah situasi saat ini.
“Sangat penting (menjaga order) karena mempengaruhi ekonomi keluarga, sehingga kita harus tetap mempertahankan performa,” ucapnya.
Lebih jauh, Nur Aziz mengaku kenaikan BBM Pertamax belum berdampak untuk dirinya yang selalu menggunakan Pertalite untuk mengisi bahan bakar motor. Meskipun demikian, Nur Aziz merasakan kenaikan BBM Pertamax berpengaruh pada naiknya sejumlah harga bahan pokok dan perawatan motor yang mempengaruhi pengeluarannya sehari-hari.
"Onderdil motor, oli, kampas rem (harganya naik). Biasanya oli Rp 50 ribu, sekarang jadi Rp 75 ribu. Saya juga merasakan kebutuhan pokok harganya pada naik juga,” kata Nur Aziz.
Hal yang sama juga disampaikan Mahdi, pengemudi ojol asal Depok. Mahdi mengaku kenaikan BBM Pertamax belum berpengaruh karena ia selalu mengandalkan Pertalite sebagai bahan bakar motor.
“Hingga saat ini jumlah pesanan masih relatif stabil dengan rata-rata sekitar 20 order per hari. Dalam kondisi biaya hidup yang terus meningkat, kestabilan order menjadi faktor utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Mahdi.
Mahdi berharap jumlah order ke depan tetap tinggi karena jumlah pesanan pengguna menjadi sangat penting mengingat pendapatan sebagai mitra driver sangat bergantung pada banyaknya pesanan yang diterima.
Pada 10 Juni lalu, Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamax dan Pertamax Green. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.