News Berita

Golkar soal Safari Politik Jokowi: Sudah Bukan Presiden, Apa yang Dikhawatirkan?

Golkar soal Safari Politik Jokowi: Sudah Bukan Presiden, Apa yang Dikhawatirkan? #newsupdate #update #news #text

Golkar soal Safari Politik Jokowi: Sudah Bukan Presiden, Apa yang Dikhawatirkan?
Anggota Komisi XI DPR F-Golkar, Sarmuji. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Anggota Komisi XI DPR F-Golkar, Sarmuji. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Partai Golkar mengaku tidak khawatir dengan langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan safari politik ke sejumlah daerah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan telah dimulai di Lampung.

Menurut Sarmuji, Golkar menghormati keputusan politik Jokowi. Ia mengatakan seluruh pilihan politik mantan kepala negara tersebut merupakan hak pribadi yang harus dihormati, termasuk apabila berkaitan dengan PSI.

“Ya, Pak Jokowi punya hak politik, ya. Beliau orang merdeka, boleh menentukan keputusan politiknya mau seperti apa tergantung Beliau dan PSI. Kami menghormati saja,” ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Meski demikian, Sarmuji menegaskan Golkar tidak merasa terancam oleh aktivitas politik Jokowi. Menurutnya, perpindahan dukungan pemilih merupakan hal yang lumrah dalam dinamika politik dan dapat terjadi ke partai mana pun, termasuk ke Golkar.

Ia bahkan menyebut partainya selama ini juga menerima banyak kader dari partai lain, meski tidak pernah dipublikasikan.

“Apakah Golkar khawatir? Golkar tidak khawatir. Karena selalu saja ada potensi perpindahan pemilih itu selalu ada. Perpindahan pemilih bukan hanya ke PSI, bisa ke partai lain. Demikian juga ada potensi perpindahan pemilih dari partai lain ke Golkar,” tutur Sarmuji.

“Dan kami sudah banyak menerima kader-kader partai lain yang masuk ke Golkar, hanya saja tidak kami publikasi karena tidak ada pentingnya buat kami untuk mempublikasikan hal-hal seperti itu. Di daerah-daerah kami banyak orang partai lain masuk ke dalam Partai Golkar,” lanjutnya.

Saat ditanya mengenai prosesi adat yang dijalani Jokowi di Lampung, termasuk pemberian gelar adat dan prosesi menginjak kepala kerbau, Sarmuji enggan memberikan penilaian. Ia mengaku tidak memahami adat Lampung sehingga memilih tidak berkomentar.

“Ah, saya enggak tahu. Itu acara, acara adatnya mereka, saya enggak tahu. Saya bukan orang Lampung, ya. Tolong tanyakan ke orang Lampung. Kalau adat Jawa saya tahu. Nanti bisa ditanyakan adat Jawa ke saya,” ucapnya.

Sarmuji juga menepis anggapan aktivitas politik Jokowi dapat memecah fokus publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan hal tersebut karena Jokowi sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri doa bersama dalam rangka puncak HUT Golkar ke-61 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Foto: Youtube/DPP PARTAI GOLKAR OFFICIAL
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri doa bersama dalam rangka puncak HUT Golkar ke-61 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Foto: Youtube/DPP PARTAI GOLKAR OFFICIAL

Ia menegaskan Golkar tetap tegak lurus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dan akan mengawal seluruh kebijakan pemerintah.

“Loh, Pak Jokowi sudah enggak jadi presiden kok apa yang dikhawatirkan? Enggak perlu ada kekhawatiran. Dan kita semua tegak lurus kepada Presiden Pak Prabowo,” ucap Sarmuji.

“Apa arahan Pak Prabowo, apa yang perlu didukung dari presiden, Golkar pasti akan mendukung. Jadi, presidennya Pak Prabowo, jadi tenang aja. Kita akan back up Pak Prabowo,” pungkasnya.

Prosesi penyematan gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berlangsung khidmat di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Foto: Dok. Istimewa
Prosesi penyematan gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berlangsung khidmat di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) safari politik selama tiga hari di Provinsi Lampung. Ia datang bertopi dan berkemeja dengan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kunjungan ini menjadi rangkaian pertama safari politiknya sekaligus mempertegas kedekatannya dengan partai yang dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.

Dalam kunjungannya, Jokowi menyebut dirinya hadir sebagai motivator bagi kader PSI dan memberikan apresiasi atas konsolidasi organisasi partai di Lampung yang diklaim hampir rampung hingga tingkat desa.

Bahkan, Jokowi menerima gelar Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung dalam prosesi yang digelar di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6).

Buka sumber asli