News Berita

Gagas Pemberdayaan Ibu Hamil lewat Komunitas, Mahasiswi UNISA Raih Bronze Medal

Mahasiswi S-1 Kebidanan UNISA Yogya raih Bronze Medal lewat esai yang menggagas pemberdayaan ibu hamil lewat kelas berbasis komunitas alih-alih hanya edukasi satu arah. #publisherstory #pandanganjogja

Gagas Pemberdayaan Ibu Hamil lewat Komunitas, Mahasiswi UNISA Raih Bronze Medal
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Canva.
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Canva.

Mahasiswa tidak selalu harus menunggu lulus untuk berkontribusi pada masyarakat. Della Adelia membuktikan itu dari bangku kuliah.

Mahasiswi Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) angkatan 6 itu berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang FAPERTA FAIR 2026 kategori Essay Competition subtema kesehatan, yang digelar 9–11 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Mataram.

Kompetisi berskala nasional ini diikuti 148 peserta dari 85 tim yang berasal dari 47 perguruan tinggi di 15 provinsi se-Indonesia.

Yang membawa Della ke podium bukan hanya keterampilan menulis, melainkan kedalaman gagasan. Ia mengangkat karya berjudul "Ruang Kreatif Ibu Hamil (RUKMI): Optimalisasi Kelas Ibu Hamil Melalui Model Layanan Holistik Berdaya Berbasis Komunitas".

Della Adelia, Mahasiswi  Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) peraih Bronze Medal dalam ajang FAPERTA FAIR 2026. Foto: Dok.Istimewa.
Della Adelia, Mahasiswi Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) peraih Bronze Medal dalam ajang FAPERTA FAIR 2026. Foto: Dok.Istimewa.

Lewat esai itu, ia menawarkan inovasi pemberdayaan ibu hamil lewat cara-cara nonkonvensional. Alih-alih hanya mengandalkan edukasi kesehatan yang bersifat satu arah, RUKMI dirancang untuk membangun pemberdayaan komunitas secara holistik demi meningkatkan kesejahteraan ibu dan keluarga.

Keikutsertaan Della dalam kompetisi ini berawal dari keinginan sederhana untuk mencoba pengalaman baru dan mengasah kemampuan menulis ilmiah.

"Lomba ini membuat saya belajar banyak hal, mulai dari mencari masalah, menyusun novelty, hingga mengemas ide menjadi solusi yang sistematis dan relevan bagi masyarakat," ujarnya.

Proses menuju panggung nasional itu tidak berjalan mulus. Della menghadapi sejumlah kendala mulai dari biaya, rasa ragu untuk bersaing di level nasional, hingga jadwal akademik yang padat.

Ilustrasi kelompok ibu hamil yang mengikuti edukasi dan pendampingan kesehatan berbasis komunitas. Foto: Canva.
Ilustrasi kelompok ibu hamil yang mengikuti edukasi dan pendampingan kesehatan berbasis komunitas. Foto: Canva.

Namun, tekanan itu justru memberinya pengetahuan soal hal-hal yang tidak ada di silabus, seperti konsistensi, keberanian, dan kemampuan public speaking. Aspek terakhir ini paling dirasakannya saat harus mempresentasikan karya di hadapan dewan juri.

Della tak menganggap perolehan ini hanya sebagai koleksi semata, melainkan penanda penting dalam perjalanannya.

"Pencapaian ini menjadi bukti bahwa ide sederhana yang ditulis dengan hati dan logika yang kuat tetap memiliki daya tawar besar untuk membawa perubahan nyata," tuturnya.

Di balik pencapaian itu, Della menyebut dukungan keluarga serta dua dosen pembimbing akademiknya, Abel dan Solaikhah, sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan ini.

Ia kini menargetkan kompetisi esai tingkat internasional dan berharap pengalamannya mendorong mahasiswa UNISA lain untuk tidak ragu mengambil peluang.

"Jangan pernah ragu mengambil setiap peluang yang ada, karena kita tidak pernah tahu di titik mana usaha tersebut akan membawa kita pada keberhasilan," pesannya.

Buka sumber asli