News Berita

Foto: Sempat Lesu, Ekspor Kembang Api China Kembali Bergairah di AS

Industri Kembang Api China Kembali Diburu AS. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Foto: Sempat Lesu, Ekspor Kembang Api China Kembali Bergairah di AS
Sejumlah pekerja tengah bekerja membuat produk kembang api di pabrik Chili Fireworks di Liling, Hunan, Tiongkok (9/4/2026). Foto: Go Nakamura/REUTERS
Kotak-kotak kembang api berkemasan tampilan gambar Donald Trump mengepalkan tangan tampak terlihat di sebuah rak pabrik di Liling. Foto: Go Nakamura/REUTERS
Manajer bisnis Amerika Serikat (AS) untuk Black Scorpion Fireworks, Wilson Lam, mengatakan perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli tahun ini diperkirakan bakal lebih baik dibanding tahun lalu. Foto: Go Nakamura/REUTERS
Menurutnya, industri sempat terpukul akibat kenaikan tarif impor lebih dari 100 persen pada 2025 yang membuat banyak pesanan tertahan. Foto: Go Nakamura/REUTERS
Namun setelah tarif mulai dilonggarkan, permintaan dari pelanggan AS kembali meningkat. Lam menyebut pesanan untuk mereknya naik sekitar 15 hingga 30 persen tahun ini. Sebagian besar pengiriman untuk perayaan 4 Juli bahkan sudah dikirim atau masih dalam perjalanan menuju AS. Foto: Go Nakamura/REUTERS
Black Scorpion merupakan bagian dari industri kembang api di wilayah Hunan dan Jiangxi. Tradisi produksi kembang api di daerah tersebut telah berlangsung lebih dari 1.300 tahun dan awalnya digunakan untuk mengusir roh jahat. Foto: Go Nakamura/REUTERS
Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China sebelum peringatan 250 tahun Amerika Serikat digelar. Kunjungan tersebut menjadi sorotan di tengah hubungan dagang kedua negara yang masih diwarnai ketegangan, termasuk soal tarif impor tinggi yang berdampak pada berbagai sektor perdagangan. Foto: Go Nakamura/REUTERS
Salah satu sektor yang terdampak adalah industri kembang api China. Tarif impor tiga digit yang diberlakukan pada 2025 sempat mengganggu ekspor kembang api ke Amerika Serikat, terutama menjelang musim perayaan besar di AS yang identik dengan pertunjukan kembang api. Foto: Go Nakamura/REUTERS
Foto: Go Nakamura/REUTERS
Foto: Go Nakamura/REUTERS
Foto: Go Nakamura/REUTERS
Foto: Go Nakamura/REUTERS
Foto: Go Nakamura/REUTERS

Sejumlah pekerja tengah bekerja membuat produk kembang api di pabrik Chili Fireworks di Liling, Hunan, Tiongkok (9/4/2026). Kotak-kotak kembang api berkemasan tampilan gambar Donald Trump mengepalkan tangan tampak terlihat di sebuah rak pabrik di Liling.

Manajer bisnis Amerika Serikat (AS) untuk Black Scorpion Fireworks, Wilson Lam, mengatakan perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli tahun ini diperkirakan bakal lebih baik dibanding tahun lalu.

Menurutnya, industri sempat terpukul akibat kenaikan tarif impor lebih dari 100 persen pada 2025 yang membuat banyak pesanan tertahan.

Namun setelah tarif mulai dilonggarkan, permintaan dari pelanggan AS kembali meningkat. Lam menyebut pesanan untuk mereknya naik sekitar 15 hingga 30 persen tahun ini. Sebagian besar pengiriman untuk perayaan 4 Juli bahkan sudah dikirim atau masih dalam perjalanan menuju AS.

Wilson Lam, manajer bisnis AS di Black Scorpion Fireworks, unit dari Chili Fireworks Co., Ltd., berbicara dalam sesi wawancara di sebuah ruang pamer di Liling, provinsi Hunan, Tiongkok (10/4/2026). Foto: Go Nakamura/REUTERS
Wilson Lam, manajer bisnis AS di Black Scorpion Fireworks, unit dari Chili Fireworks Co., Ltd., berbicara dalam sesi wawancara di sebuah ruang pamer di Liling, provinsi Hunan, Tiongkok (10/4/2026). Foto: Go Nakamura/REUTERS

Black Scorpion merupakan bagian dari industri kembang api di wilayah Hunan dan Jiangxi. Tradisi produksi kembang api di daerah tersebut telah berlangsung lebih dari 1.300 tahun dan awalnya digunakan untuk mengusir roh jahat.

Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China sebelum peringatan 250 tahun Amerika Serikat digelar. Kunjungan tersebut menjadi sorotan di tengah hubungan dagang kedua negara yang masih diwarnai ketegangan, termasuk soal tarif impor tinggi yang berdampak pada berbagai sektor perdagangan.

Salah satu sektor yang terdampak adalah industri kembang api China. Tarif impor tiga digit yang diberlakukan pada 2025 sempat mengganggu ekspor kembang api ke Amerika Serikat, terutama menjelang musim perayaan besar di AS yang identik dengan pertunjukan kembang api.

Meski demikian, sejumlah produsen di China mengaku permintaan dari pasar AS mulai kembali meningkat. Salah satu pabrik kembang api menyebut pesanan dari Amerika naik sekitar 15 hingga 30 persen dibanding sebelumnya, seiring tingginya kebutuhan menjelang perayaan nasional AS tahun depan.

Buka sumber asli