News Berita

Foto: Mengintip Festival Bayi Menangis di Jepang

Foto: Mengintip Festival Bayi Menangis di Jepang #newsupdate #update #news #text

Foto: Mengintip Festival Bayi Menangis di Jepang
Seorang bayi menangis saat digendong oleh pegulat sumo amatir selama 'Nakizumo' atau kontes sumo bayi menangis di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/4/2026). Foto: Issei Kato/REUTERS
Nakizumo merupakan kompetisi bayi menangis, di mana bayi yang berhasil menangis paling kencang maka ialah yang akan jadi pemenangnya. Foto: Issei Kato/REUTERS
Bayi-bayi yang bertanding akan dibawa oleh seorang pegulat sumo ke atas dohyo (arena sumo) untuk diadu menangis paling kencang. Foto: Issei Kato/REUTERS
Jika si bayi enggan menangis, maka penyelenggara akan menakutinya dengan menggunakan topeng tengu (iblis burung). Foto: Issei Kato/REUTERS
Warga Jepang percaya festival Nakizumo ini berfungsi untuk mengusir roh jahat serta jika membuat bayi menangis maka akan membuat si bayi tumbuh kuat dan sehat. Foto: Issei Kato/REUTERS
Foto: Issei Kato/REUTERS

Seorang bayi menangis saat digendong oleh pegulat sumo amatir selama 'Nakizumo' atau kontes sumo bayi menangis di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/4/2026).

Nakizumo merupakan kompetisi bayi menangis, di mana bayi yang berhasil menangis paling kencang maka ialah yang akan jadi pemenangnya.

Bayi-bayi yang bertanding akan dibawa oleh seorang pegulat sumo ke atas dohyo (arena sumo) untuk diadu menangis paling kencang.

Jika si bayi enggan menangis, maka penyelenggara akan menakutinya dengan menggunakan topeng tengu (iblis burung).

Warga Jepang percaya bahwa festival Nakizumo ini berfungsi untuk mengusir roh jahat, serta mereka percaya jika membuat bayi menangis maka akan membuat si bayi akan tumbuh kuat dan sehat.

Pegulat sumo amatir menggendong bayi selama 'Nakizumo' atau kontes sumo bayi menangis di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/4/2026). Foto: Issei Kato/REUTERS
Pegulat sumo amatir menggendong bayi selama 'Nakizumo' atau kontes sumo bayi menangis di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/4/2026). Foto: Issei Kato/REUTERS
Buka sumber asli