Fitur VPD Bikin Mobil Jaecoo Bisa Cari Parkir Sendiri
Inovasi dari Omoda & Jaecoo dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas di area perkotaan yang kian padat, khususnya dalam urusan parkir di ruang terbatas. #kumparanOTO

Pabrikan Omoda & Jaecoo memamerkan teknologi kendaraan cerdas dengan menghadirkan fitur Valet Parking Driver (VPD).
Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas di area perkotaan yang kian padat, khususnya dalam urusan parkir di ruang terbatas.
Teknologi tersebut memungkinkan mobil melakukan seluruh proses parkir secara mandiri tanpa pengemudi di dalam kabin. Mulai dari mencari ruang kosong hingga memarkirkan kendaraan dengan presisi, semuanya dilakukan berbasis sistem persepsi lingkungan yang mampu membaca kondisi sekitar secara real-time.
“Pengembangan teknologi Valet Parking Driver didasarkan pada pemahaman terhadap kebutuhan pengguna yang semakin dinamis, khususnya di kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan tinggi," ujar Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, Minggu (26/4/2026).

Berbeda dari Auto Parking Assist (APA) konvensional yang masih bergantung pada marka parkir, VPD mengandalkan sistem navigasi berbasis persepsi visual dan sensor. Pendekatan ini membuat kendaraan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi parkir yang tidak selalu ideal, seperti di mal atau gedung perkantoran.
“Lewat VPD, kami berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memberikan efisiensi dalam penggunaan kendaraan sehari-hari,” lanjutnya.
Selain itu, teknologi ini terintegrasi dengan aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna mengakses fitur remote summon. Melalui fitur ini, kendaraan dapat dipanggil ke titik penjemputan atau secara otomatis mencari dan menempati slot parkir saat pengguna meninggalkan mobil.

Dalam tahap pengembangan, Omoda & Jaecoo akan menguji teknologi ini pada sejumlah model berbasis SHS hybrid. Beberapa di antaranya meliputi Jaecoo 5 SHS-H, Jaecoo 7 SHS-P, serta Omoda 7 SHS-P.
Pengujian dilakukan melalui berbagai skenario yang merepresentasikan kondisi nyata di lapangan. Mulai dari kemampuan kendaraan keluar dari parkiran dan menghampiri pengguna secara otonom, hingga mencari ruang parkir sendiri dan melakukan manuver secara presisi tanpa intervensi manusia.
Tak hanya itu, pengujian juga membandingkan performa sistem dengan pengemudi manusia dalam kondisi parkir sulit. Parameter yang diuji meliputi efisiensi waktu, jumlah koreksi kemudi, serta akurasi posisi akhir kendaraan.

Sebelumnya, keseriusan pengembangan elektrifikasi juga tercermin dari performa Jaecoo J5 EV di pasar Indonesia. Model tersebut mencatatkan penjualan 1.942 unit pada Januari, 2.926 unit pada Februari, dan 2.775 unit pada Maret 2026.
Meski menawarkan kemudahan tinggi, VPD saat ini dirancang khusus untuk penggunaan di area parkir tertutup dan belum digunakan di jalan umum. Pengguna tetap diminta waspada terhadap kondisi sekitar dan siap mengambil alih kendali kendaraan jika diperlukan.
Ke depan, Omoda & Jaecoo memastikan akan terus mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan, termasuk di sektor powertrain hybrid dan sistem berkendara otonom.