FIFA Akui Tim Pengungsi Afghanistan Jadi Timnas Wanita Resmi
Setelah dibubarkan pada 2021, Timnas Wanita Afghanistan siap berkompetisi lagi tanpa perlu persetujuan Taliban. #bolanita #bola #bolasports #text

Ada kabar baik buat pesepak bola wanita Afganistan. FIFA resmi mengakui Afghan Women United atau Tim Pengungsi Afghanistan menjadi tim nasional wanita resmi.
Dalam perubahan regulasi yang akan disahkan Dewan FIFA pada Rabu (29/4), Afghan Women United diizinkan untuk berkompetisi tanpa memerlukan persetujuan Taliban sebagai penguasa Afghanistan. Mereka untuk pertama kalinya diperbolehkan tampil sebagai Timnas Wanita Afghanistan, meski bertentangan dengan keinginan pemerintah negara tersebut.
Dalam aturan sebelumnya, FIFA mengharuskan Afghan Women United untuk mendapatkan pengakuan dari Federasi Sepak Bola Afghanistan guna mengikuti kompetisi resmi. Namun, Afghanistan, yang sejak 2021 dikendalikan Taliban, melarang wanita terlibat dalam kegiatan olahraga kompetitif.
Karenanya, sepak bola wanita praktis menjadi barang terlarang di negara tersebut selama beberapa tahun.

Dibantu FIFA
Aturan yang tidak menguntungkan buat para pesepak bola wanita Afghanistan itu membuat mereka melakukan aksi protes kepada FIFA. Tim Pengungsi meminta agar FIFA segera turun tangan dan memberi mereka pengakuan resmi serta dukungan finansial yang selama ini ditolak pemerintah Afghanistan.
Protes tersebut akhirnya didengar. Setelah bertahun-tahun dilarang beraktivitas di sepak bola wanita, pada 2025, FIFA memperbolehkan Afghan Women United tampil di kompetisi resmi untuk kali pertama sejak 2021. Mereka bermain di FIFA Women’s Series 2025.
Pada awalnya, para pemain Afghanistan tak bisa mengikuti mini turnamen itu sebab gagal mendapat visa ke Dubai, Uni Emirates Arab. Oleh karena itu, FIFA memindahkan FIFA Women’s Series 2025 ke Maroko, dan Afghanistan pun bisa berpartisipasi.
“Setiap kali saya masuk ke lapangan, semua hal lain langsung hilang dari pikiran,” kata kapten Afghan Women United, Fatima Haidari, dalam wawancara bersama The Guardian pada 2025.
“Saya berlatih, bermain, dan ada api dalam diri saya yang menyala. Bukan cuma karena kekuatan yang saya rasakan sebagai pemain, tapi juga karena saya merasa membawa banyak perempuan lain bersama saya,” sambungnya.
Tim baru Afghan Women United ini akan menjadi bagian dari strategi tiga pilar FIFA untuk mendukung perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. Upaya tersebut mencakup dorongan diplomatik agar perempuan mendapat hak berolahraga, serta membuka lebih banyak kesempatan bermain.